IDUL FITRI

Niat Puasa Syawal 6 Hari, Keutamaannya Seperti Puasa Setahun

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala..........................

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
tribunpontianak/enro
Ilustrasi niat puasa Syawal. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Syawal, setelah Ramadhan.

Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari, sejak hari kedua Idul Fitri hingga bulan Syawal berakhir.

Hukum melaksanakan puasa Syawal adalah sunnah atau sangat dianjurkan.

Jawaban saat Mendapat Ucapan Sekaligus Doa Singkat Taqobalallahu Minna Wa Minkum

Keutamaan melaksanakan Puasa Syawal termaktub dalam hadits Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim).

Layani Warga Yang Belum Vaksin, Polda Kalbar Buka Gerai Vaksinasi Selama Hari Raya Idul Fitri

Dahsyatnya keutamaan puasa Syawal ini sungguh sangat sayang untuk ditinggalkan.

Meski lebih utama dilaksanakan secara berurutan, puasa Syawal boleh dilaksanakan selang seling.

Untuk yang melafadzkan niat, berikut ini bacaan niat puasa Syawal:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa Sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Hikmah dan Pahala Puasa Syawal, Hingga Niat Puasa Syawal Bisa Dilakukan Siang Hari

Doa Buka Puasa

Berikut ini adalah bacaan doa buka puasa:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Doa buka puasa ini sesuai sunnah Rasulullah SAW:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاءالله

“Dzahaba azh-Zhama’u wabtallati al-‘Uruqu wa"

“Dahaga telah pergi, urat-urat telah basah dan balasan telah ditetapkan insya Allah"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved