IDUL FITRI
Damri Siapkan 94 Armada, Layani 24 Trayek
Damri kata Bukhari mempersiapkan alat produksi agar optimal dan maksimal dengan melakukan briefing mekanik dan lakukan upgrading agar kendaraan bisa d
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asisten Manager Operasional Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari mengatakan, Damri menyambut baik Peraturan Pemerintah terkait diperbolehkan mudik lebaran 2022.
Damri sendiri seperti tahun-tahun sebelumnya kata Bukhari mempersiapkan alat produksi yaitu 94 armada yang terklarifikasi sesuai dengan layanannya.
"Total armada secara keseluruhan 94 armada. Jenisnya terklasifikasi sesuai dengan jenis layanan masing-masing, dimana 45 unit di antara adalah bus besar, bus medium 10 unit dan sisanya truk box," ujar Bukhari, Jumat 29 April 2022.
Damri kata Bukhari mempersiapkan alat produksi agar optimal dan maksimal dengan melakukan briefing mekanik dan lakukan upgrading agar kendaraan bisa dilakukan perawatan secara berkala.
"Memang pada saat angkutan lebaran pergerakan sangat tinggi sehingga perawatan unit harus cepat. Kami sudah memberikan jadwal ekstra untuk mekanik dan melakukan penambahan tenaga," ujarnya.
• Mudik Lebih Hemat, Simak 4 Tips Hemat Bensin Mobil Pribadi
Dilihat dari jumlah penumpang jika dibandingkan dengan 2019, penumpang masih jauh dari 2019. Ia mengatakan pada 2019 pergerakan armada per harinya mencapai 86 unit. Namun diakuinya saat itu angkutan antar negara masih beroperasi.
"Pada 2019, rata-rata penumpang harian yang diangkut sekitar Rp1.500 hingga 1600 penumpang. Tahun ini pada 24-25-26 April hanya sekitar 1000 penumpang. Tapi kalau dibandingkan dengan 2021 peningkatannya sekitar 30 persen," ujarnya.
Puncak arus mudik kata Bukhari diperkirakan tanggal 28 dan 29 April. "Permintaan tinggi 28 dan 29 April. Total ada 24 trayek, 7 diantaranya trayek perintis, kan banyak trayek kecil yang menghubungkan dari ibu kota kabupaten ke kecamatan. Dimana menjadi program pemerintah pusat juga dari kementerian perhubungan," ujarnya.
Trayek yang tinggi permintaannya hingga saat ini merupakan trayek antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi. Untuk trayek dengan permintaan tinggi di antaranya Sintang, Nanga Pinoh, dan Putussibau.
Rute Sintang merupakan kota dengan permintaan tertinggi. DAMRI juga melayani angkutan ke Pangkalanbun tetapi per hari ini diakuinya belum terlihat peningkatan permintaan.
"Dari Pontianak ke Pangkalan Bun relatif normal berbeda dengan dari Pangkalan Bun ke Pontianak yang melonjak sekitar 150 sampai 200 persen," ujarnya.
Untuk harga tiket diakui Bukhari terjadi kenaikan pada tiga rute yang paling tinggi permintaannya. "Namun kenaikan harga tidak signifikan, hanya sekitar Rp10.000 tetapi kita juga meningkatkan kualitas dengan memberikan ekstra service snack," ujarnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-kantor-pelayanan-tiket-di-Jalan-Veteran-Pontianakw32e.jpg)