Mafia Ditangkap, Kenapa Harga Minyak Goreng Tidak Turun?
Padahal biasanya satu minggu sebelum hari raya stok yang mereka miliki biasanya berkurang atau bahkan habis diborong.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mafia minyak goreng telah diamankan oleh Kejaksaan Agung.
Hingga kini ada empat tersangka kasus minyak goreng ini.
Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana; Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor; General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Stanley MA.
Namun penangkapan para tersangka mafia minyak goreng tersebut belum berdampak signifikan terhadap harga minyak goreng dilapangan.
Pemerintah memutuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng maupun minyak goreng, mulai 28 April 2022.
Melalui kebijakan pemerintah itu, pengamat BUMN dan Komoditas Pangan Ahmad Hafiz, mengharapkan agar harga minyak goreng dapat dijangkau masyarakat.
• Berapa Harga Minyak Goreng Hari Ini Ada Diskon Promo Minyak Goreng Murah di Indomaret dan Alfamart?
"Jangan sampai jelang Lebaran ini harga-harga sembako justru semakin meningkat tinggi, bukan mengalami penurunan," kata dia, dalam keterangannya, pada Minggu 24 April 2022.
Sejauh ini, dia melihat, belum ada penurunan harga minyak goreng.
Pasca upaya proses hukum terhadap empat tersangka kasus ekspor minyak goreng.
"Pasca kasus mafia minyak goreng yang melibatkan Dirjen Kemendag. Ternyata harga di lapangan masih belum berubah, tidak ada efek ke harga minyak goreng," kata dia.
Dia menilai jika harga minyak goreng cenderung naik sehingga menyusul harga-harga kebutuhan pokok itu, maka dikhawatirkan akan timbul gejolak di masyarakat.
Untuk itu, dia meminta, agar jangan sampai situasi ini terjadi yang mengakibatkan masyarakat melakukan aksi-aksi di jalan seperti tahun 1998.
• Sekitar Seminggu Lagi Lebaran, Cek Harga Minyak Goreng Terbaru di Indomaret dan Alfamart Hari Ini
"Pemerintahan Jokowi harus antisipasi, jangan sampai timbul rasa tidak percaya dari masyarakat. Hingga akhirnya masyarakat kembali turun ke jalan seperti Reformasi 1998 lalu," tambahnya.
Sementara itu, jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hjiriah pada awal Mei mendatang, pedagang minyak goreng kemasan, mengeluhkan masih banyaknya stok mereka yang berlimpah.
Padahal biasanya satu minggu sebelum hari raya stok yang mereka miliki biasanya berkurang atau bahkan habis diborong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Cara-Cek-Status-Penerima-BLT-Minyak-Goreng-yang-Cair-April-2022.jpg)