Ramadhan Kareem

Doa Buka Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab, Latin dan Bahasa Indonesia

Untuk kamu yang akan berbuka puasa, berikut adalah bacaan doa buka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW:

Tayang:
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Enro
Ilustrasi membaca doa buka puasa Ramadhan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa Ramadhan sudah memasuki hari ke-18 atau hari ke-17 untuk yang ikut keputusan pemerintah.

Artinya saat ini sudah masuk ke dalam 10 hari kedua dalam bulan Ramadhan.

Semangat terus untuk kamu yang berpuasa penuh.

Untuk kamu yang akan berbuka puasa, berikut adalah bacaan doa buka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1443 H Minggu 1 Mei 2022, Hari Raya Idul Fitri Berpeluang Sama

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, dengan kehendak Allah SWT.”

Sementara itu, doa berbuka puasa lainnya adalah:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih,"

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Ditetapkan 2 Mei 2022 Versi Muhammadiyah, Pemerintah Berpotensi Kuat Sama

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, umumnya ulama menilai doa yang pertama sanad haditsnya atau kualitasnya tidak banyak dipersoalkan.

Doa pertama ini memiliki kualitas yang sohih bahkan dinilai dibacakan oleh Rasulullah SAW.

Namun demikian, tidak ada masalah jika kita memadukan doa pertama dan kedua.

Hal itu sebagaimana disampaikan para ahli hadits.

"Kalau kita kompromikan, ذَهَبَ الظَّمَأُ، baca untuk pembuka, selebihnya baca doa-doa. Mau pakai اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ silakan. Mau istighfar silakan," katanya.

"Tidak ada masalah. Jadi jangan sampai salah memahami," kata Ustadz Adi Hidayat.

Adapun waktu membaca doa buka puasa bisa dilakukan sebelum ataupun setelah makan.

Sebab tak ada keterangan khusus yang menyatakan mengenai kapan doa buka puasa dibaca.

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, boleh saja membaca doa buka puasa sebelum makan buka puasa atau setelah memakan bukaan.

"Sebetulnya mau sebelum buka atau setelah buka, baik-baik saja. Nggak ada masalah," kata UAH.

"Bismillah, kita minum air baru baca dzahaba, itu silakan," kata Ustadz Adi Hidayat dalam video di Youtube Adi Hidayat Official.

Namun demikian, jika melihat dari tanda dari kata-kata haditsnya, nampaknya lebih menunjukkan sebelum kita buka.

Bukan setelah kita minum.

"Tapi tidak juga dipersalahkan kalau kita baca setelah minum. Yang tidak tepat, nggak baca doa," ungkap UAH.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved