PLN Kalbar Catat Penjualan Energi Listrik Naik 5,76 Persen

peningkatan penjualan energi listrik lebih didominasi oleh sektor Sosial dan Bisnis, yakni sebesar 40,40 persen.

Editor: Nina Soraya
Dok/PLN Kalbar
Aktivitas di Pasar Malam di Pontianak yang menggunakan listrik untuk penerangan. Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan penjualan energi listrik sebesar 727,31 GWH atau naik sebesar 5,76 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hingga akhir Maret (TW 1) tahun 2022, PLN Kalbar mencatatkan penjualan energi listrik sebesar 727,31 GWH atau naik sebesar 5,76 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. 

General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, menjelaskan peningkatan penjualan energi listrik juga terlihat sejak bulan Januari - Maret 2022.

Rata-rata kenaikan sebesar 2,91 persen.

"Meningkatnya konsumsi listrik merupakan indikasi semakin meningkatnya perekonomian meski pandemi Covid-19 masih berlangsung," ungkap Ari Dartomo.

Ari juga menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan agar aktivitas warga khususnya para pelaku usaha tidak terganggu.

Diakuinya, peningkatan penjualan energi listrik lebih didominasi oleh sektor Sosial dan Bisnis, yakni sebesar 40,40 persen.

Peningkatan penjualan energi listrik diikuti dengan peningkatan daya tersambung pelanggan.

Hingga akhir Maret 2022, jumlah mencapai 1.978,59 MVA, atau tumbuh sebesar 8,32 persen dibandingkan tahun lalu.

PLN Kalbar Gelar Motor Listrik City Tour, Kampanyekan Pemakaian Kendaraan Ramah Lingkungan

Lebih lanjut dikatakannya, sejumlah upaya dilakukan PLN Kalbar demi meningkatkan pemanfaatan listrik sektor industri.

Salah satunya melalui captive power acquisition yang merupakan bentuk dukungan layanan PLN dalam pemenuhan pasokan listrik untuk pelanggan industri yang masih mengoperasikan pembangkit listrik sendiri.

Melalui layanan ini, pelanggan yang memiliki captive power dapat menghentikan operasi pembangkit listriknya dan mempercayakan suplai listriknya secara penuh kepada PLN.

Dengan begitu, pelanggan dapat lebih fokus pada urusan pengembangan bisnisnya dan tidak lagi disibukkan dalam pengoperasian pembangkit listriknya sendiri.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mencari celah pasar baru.

Sejumlah sektor pun kini disasar, seperti pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan, serta kelautan.

“Kami mengembangkan electrifying agriculture dan electrifying marine,” ujar Ari.

PLN Kalbar mengkampanyekan gaya hidup baru yaitu electrifying lifestyle lewat penggunaan peralatan elektronik yang rendah emisi dan ramah lingkungan.

Selain itu, PLN juga menjalankan sejumlah program yang meringankan pelanggan seperti diskon biaya tambah daya listrik dan kemudahan layanan pasang baru.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved