Banyak Terima Aduan Masyarakat, Roni Dorong Perbaharui Data Bantuan Sosial di Kabupaten Sintang

Orang yang tidak layak mendapatkan bantuan menurut Roni harus dihapus kepesertaanya dan diganti dengan yang lebih layak dengan cara mengupdate data.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat mengantre penyaluran BLT minyak goreng di kantor pos sintang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni mendorong Dinas Sosial memperbaiki data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan sosial.

Sebab, Roni banyak menerima keluhan dari masyarakat bantuan yang tidak tepat sasaran. Masyarakat rentan yang seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah, justru namanya tidak tercantum.

“Di lapangan kami banyak temukan orang yang sebenarnya sudah tidak layak dapat PKH, sudah punya mobil, rumahnya bagus dapat, sementara orang yang benar-benar memerlukan tidak terakomodir dalam program ini,” ungkap Roni.

Jaga Keamanan Rangkaian Paskah, Polres Kerahkan Personel Jaga Semua Gereja di Kabupaten Sintang

Saat ke lapangan, Roni juga kerap menerima keluhan langsung dari masyarakat. Selain bantuan yang tidak tepat sasaran, ada pula nama KPM yang tidak menerima bantuan.

“Terkait dengan bansos, saya ke lapangan yang sering dikeluhkan masyarakat mereka punya kartu, tapi begitu datang tidak tersalurkan, datang lagi bulan depan ndak dapat lagi,” ujarnya.

Karena banyak warga yang mengadu, Roni pun menyarankan kepala desa agar mengakomodir keluhan tersebut.

“Banyak mereka kades tanya ke saya, solusinya apa. Saran saya mundur saja ke kepesertaan itu (PKH, BLT dsb) nanti ikut BLT-DD. Kalau memang mereka layak, bisa masuk program BLTDD. Sehingga mundur dari keikutsertaan di bansos. BLT-DD kalau dimaksimalkan akan menyentuh mereka. Karena mereka lah yang tahu mana yang layak dapat dan mana yang tidak layak dapat karena mereka punya satgas sampai tingkat rt,” bebernya.

Orang yang tidak layak mendapatkan bantuan menurut Roni harus dihapus kepesertaanya dan diganti dengan yang lebih layak dengan cara mengupdate data.

“Data perlu diupate. Orang yang tidak layak lagi dihapus kepesertaanya, lalu dialihkan pada yang lain,” tegasnya.

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus berharap masyarakat yang merasa layak namun masih mendapatkan bantuan dari pemerintah lebih baik menyerahkan kepada yang kurang mampu.

"Kita berharap ketika ada yang mungkin tidak merasa layak barang kali bisa lah dengan perasaan sifat sosialnya ya serahkan pada mereka yang betul-betul layak. Bagus itu. Ternyata, yang layak ini tetangga sebelah, ya serahkan saja. Jangan lalu kita terima, karena kalau kita menerima tapi kita merasa tidak layak menerima tapi diambil berarti kan mengambil hak orang," harap Yustinus. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved