Doa Katolik
Renungan Kamis Putih Katolik 14 April 2022 Lengkap Bacaan 1 Bacaan 2 Bacaan Injil & Mazmur Tanggapan
Renungan Katolik 14 April 2022 pekan Prapaskah 5. Bacaan pertama Keluaran 12:1-8.11-14, bacaan kedua 1 Korintus 11:23-26 dan bacaan injil Yohanes 13:1
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.”
Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”
Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!”
Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.” Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya.
Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki.
Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
• Orang Kudus Katolik 9 April Santa Waltrudis
Renungan Katolik
Perayaan Kamis Putih sering dikenal sebagai perayaan kasih. Yesus membasuh kaki para rasul.
Ia ingin mengajarkan kepada kita akan pentingnya sikap saling melayani dan mendukung satu dengan yang lain.
Tentu saja tidak mudah untuk kita lakukan, tetapi Tuhan sendiri sudah memberikan contoh dan jalan.
Letak soalnya adalah apakah kita mau atau tidak? Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita mestinya berani untuk melayani dan berbagi dengan sesama.
Sebagaimana dalam perjamuan malam terkakhir, Yesus memecah-mecahkan dan membagi-bagikan roti kepada para rasul, kita pun mesti berani dipecah-pecahkan dan menghasilkan buah kebaikan.
Tentu dalam menjalani peziarahan hidup sebagai seorang beriman tidaklah mudah, ada begitu banyak tantangan, pcnderitaan, dan bahkan membuat kita mengalami ketakutan.
Tetapi, kita bisa belajar dan sikap Yesus yang melibatkan Kapa di dalam ketaatan-Nya untuk menyelesaikan perutusanNya.
Dari Taman Getsemani, kita diingatkan untuk selalu melibatkan Tuhan dan membiarkan kehendak-Nya terjadi dalam hidup kita.
Beranikah kita menjadi pribadi yang berani melibatkan Tuhan dalam hidup kita?
Tuhan, saai kami mengalami ketakutan Engkau memberikan kekuatan. Jadikanlah kami kuat dan setia pada kehendak-Mu. Amin.
Sumber: adiutami.com
(*)
[Update informasi seputar Katolik]