Bantuan Alat WGS dari Kemenkes untuk Laboratorium Untan, Periksa WGS Tak Perlu lagi Kirim Jakarta
Dirinya mengatakan tentu saja tujuan utama dari penempatan alat WGS ini adalah untuk survelensi virus Sars Cov-2 .
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dokter Andriani dipercayai menjadi Ketua Tim Laboratorium Jejaring Surveilance Genom SARS CoV2 Nasional RS UNTAN yakni dr Andriani.
Di Kalimantan dua Provinsi mendapatkan bantuan alat Whole Genome Sequnesing (WGS) dari Kemenkes yakni Provinsi Kalbar yang diberikan ke Laboratorium Untan, dan Samarinda Provinsi Kaltim.
Dijadwalkan alat tersebut tiba di Kalbar pada awal Mei 2022 dan secepatnya akan dioperasikan.
“Jadi yang pertama kita sudah bentuk tim yang khusus memeriksa WGS. Tim ini diambil dari tim yang selama ini bekerja secara teknis di Lab PCR. Jadi sebagian tim nanti akan kami pindahkan sebagai tim WGS,”ujarnya.
• Kemenkes Tunjuk Untan Sebagai Penerima Alat Whole Genome Sequnesing
Hal itu disampaikannya usai mendampingi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( Dirjen P2P) Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam penilaian calon laboratorium penerima Whole Genome Sequnesing (WGS) di Universitas Tanjungpura (Untan), Senin 11 April 2022.
Ia mengatakan tentu saja tujuan utama dari penempatan alat WGS ini adalah untuk survelensi virus Sars Cov-2 .
“Sudah disampaikan Pak Dirjen bahwa kita akan disuport selama tiga tahun. Tentu saja bisa kita manfaatkan banyak sekali dari awal-awal sampai nanti kita benar-benar sudah lancar, kita bisa rekrut teman-teman dari fakultas lain, tim peneliti juga untuk belajar teknologi ini dengan format magang,”jelasnya.
Seperti diketahui untuk penanganan pandemi covid-19 untuk proses WGS hanya bisa dilakukan dan kirim ke Jakarta.
“Jadi dari sampel yang ada biasanya kita seleksi di sini kita pilih-pilih, kan selama ini kita kirim ke Jakarta. Nah nanti sudah bisa kita kerjakan sendiri di sini tentu saja prosesnya akan jauh lebih cepat,”ujarnya.
Karena pengerjaan WGS dengan tipe alat yang akan diberikan Kemenkes ini dalam waktu dua hari sudah ada hasil jenis variannya.
Sejauh ini tahun 2022 Untan sudah mengirim sampel sebanyak 314 sampel dari Januari hinga 23 Maret 2022.
“Dimana yang sudah tersubmit ada 61 sequence . Jadk sudah sekitar 20 persen yang ada hasilnya. Kita haral dengan Untan memiliki alat sendiri sequence yang bisa kita publish bisa semakin banyak,”harapnya.
Dari 61 sampel hasil sequence terdapat 52 sampel dengan jenis omicron. Lalu 9 sampel adalah varian delta.
Dikatakannya jika melihat dinamikanya, kalau tahun 2021 itu didominasi varian delta, tahun 2022 sejak awal tahun sudah didominasi omicron.
“Februari kemarin kan kita ada gelombang ketiga, jadi itu memang disebabkan varian omicron bukan varian delta. Meskipun varian delta masih bersirkulasi dan meskipun jumlahnya tinggal sedikit,”ungkapnya.