Jembatan Gantung Desa Bangun Kecamatan Sepauk Roboh Setelah Diguyur Hujan Deras

agar segera dibangun kembali sehingga akses transportasi darat di daerah tersebut kembali lancar

Editor: Jamadin
Dok. Polsek Sepauk
Personel Polsek Sepauk tinjau Jembatan gantung desa Bangun Kecamatan Sepauk Rubuh setelah diguyur hujan deras, Rabu 6 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Jembatan gantung desa Bangun Kecamatan Sepauk Roboh setelah diguyur hujan deras, Rabu 6 April 2022.

"Sebelum roboh, jembatan ini sudah mulai miring lebih dari sebulan sehingga mempengaruhi keseimbangan jembatan. Ditambah lagi dengan erosi yang mengikis pondasi jembatan sedikit demi sedikit, hingga akhirnya sekitar kemarin (Rabu tanggal 06 April 2022), sekitar jam 13.20 Wib, sehabis hujan deras, akhirnya jembatan ini roboh," terang Bripda Andreas Neraca personil Polsek Sepauk yang mendatangi lokasi.

Akibat robohnya jembatan yang menghubungkan desa Bangun dengan desa Nanga Libau ini secara otomatis memutus akses jalan darat satu-satunya, sehingga sebagai alternatif masyarakat menggunakan moda transportasi air.

Tinjau Jembatan Roboh, Subhan Tidak Temukan Kontraktor di Lokasi Proyek Jembatan Makpanji

Menurut warga di sekitar lokasi, status miringnya jembatan sudah dilaporkan ke instansi terkait, namun sebelum sempat ditindaklanjuti jembatan sudah roboh setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut yang menyebabkan air meluap dan menggerus tanah di sekitar jembatan hingga akhirnya roboh.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sepauk Ipda Heru Woldy, SH menyampaikan akan melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah agar segera dibangun kembali sehingga akses transportasi darat di daerah tersebut kembali lancar.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved