Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 6 April Santa Yuliana dari Liège

St Yuliana dilahirkan pada tahun 1192 di Retinnes, dekat Liège, Belgia. Ketika usianya lima tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia dan ia bersama sa

Info Katolik
Orang Kudus Katolik 6 April Santa Yuliana dari Liège. 

Sungguh sayang, uskup yang baik ini wafat tak lama kemudian, pada tanggal 16 Oktober 1246, sebelum sempat menyaksikan instruksinya dilaksanakan.

Hari Raya Sakramen Mahakudus untuk pertama kalinya dirayakan oleh para imam dan segenap umat beriman di Gereja St Martin, Liège.

Seorang biarawan muda bernama Yohanes diminta untuk menuliskan beberapa doa Ofisi baru untuk hari raya ini.

Doa-doa Ofisi tulisannya didaraskan di Gereja St Martin selama bertahun-tahun hingga saat St Thomas Aquinas menuliskan Ofisinya yang terkenal.

Setelah Uskup Liège wafat, pada tahun 1247, Roger kembali berkuasa.

Sekali lagi ia berhasil mengusir St Yuliana. Biarawati kudus ini melarikan diri dan diterima di Biara Salzinnes di Namur.

Henry II dari Luxembourg menyerang Namur dan membakar habis Biara Salzinnes.

St Yuliana melarikan diri lagi dan diterima di Biara Suster-suster Cistercian di Fosses.

Ia melewatkan tahun-tahun terakhir hidupnya di Fosses sebagai seorang pertapa miskin dengan kesehatan yang rapuh hingga wafat pada tanggal 5 April 1258.

St Yuliana dimakamkan di Villiers.

Orang Kudus Katolik 5 April Santo Vinsensius Ferrer

Tampaknya St Yuliana telah gagal dalam misinya; tetapi sesungguhnya tidak demikian.

Misi yang diembannya terus berlanjut seturut misteri penyelenggaraan ilahi.

Beata Eva, seorang biarawati pertapa dari St Martin, melanjutkan apa yang telah dirintis St Yuliana.

B Eva ingat akan Diakon Agung dari Liège yang kini telah menjadi Paus Urbanus IV.

Ia membujuk Uskup Henry Guelders dari Liège dan beberapa orang berpengaruh lainnya untuk menulis kepada Bapa Suci, mendesaknya menetapkan Hari Raya Corpus Christi (demi menghormati Sakramen Mahakudus) bagi Gereja semesta.

Tetapi, Paus Urbanus, yang menyukai gagasan ini, sedang menghadapi berbagai kesulitan politik.

Beberapa tahun lewat sebelum ia dapat memberikan perhatian penuh pada masalah ini.

Problem politik menyebabkan Bapa Suci harus mengungsi ke Orvieto.

Sementara ia tinggal di sana, paus mendengar tentang Mukjizat Sakramen Mahakudus di Bolsena, suatu kota kecil tak jauh dari Orvieto.

Bapa suci menginstruksikan akar dilakukan penyelidikan seksama terhadap mukjizat dan ia begitu terpesona ketika pengujian membuktikan bahwa mukjizat tersebut otentik.

Segera ia memaklumkan agar suatu prosesi syukur yang istimewa dilangsungkan di Orvieto.

Lebih lanjut, Paus Urbanus IV meminta St Thomas Aquinas untuk menuliskan teks-teks liturgi, doa, dan madah pujian yang sesuai bagi hari raya agung tersebut.

Dipenuhi rahmat Tuhan, St Thomas menghasilkan karya-karya yang dipandang sebagai masterpiece dalam Liturgi Katolik.

Di antaranya adalah “Lauda Sion”, “Pange Lingua”, “O Salutaris”, dan “Tantum Ergo” yang masih didoakan serta dimadahkan hingga kini dalam Perayaan Ekaristi Kudus, Adorasi, Pentahtaan maupun Perarakan Sakramen Mahakudus.

St Thomas kemudian memohon kepada Paus Urbanus untuk segera memaklumkan Hari Raya Sakramen Mahakudus agar dirayakan di segenap Gereja Katolik di seluruh dunia.

Setahun kemudian, Paus Urbanus IV menerbitkan Bulla Transiturus pada tanggal 8 September 1264, di mana setelah mengagungkan kasih Juru selamat kita dalam Ekaristi Kudus, ia memaklumkan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

Bapa Suci juga memberikan banyak indulgensi bagi segenap umat beriman yang ambil bagian baik dalam Misa Kudus maupun Ofisi pada hari raya yang mengagumkan ini.

Wafat Paus Urbanus IV pada tanggal 2 Oktober 1264, tak lama sesudah diterbitkannya Bulla Transiturus, tampaknya menghambat penyebarluasan perayaan Corpus Christi.

Di kemudian hari, Paus Klemens V (1305-1314) memberikan perhatiannya pada masalah ini dan dalam Konsili Vienne tahun 1311 ia menginstruksikan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan kembali.

Paus Klemens menerbitkan suatu dekrit baru yang menegaskan dekrit yang dikeluarkan Paus Urbanus IV.

Dalam masa Paus Yohanes XXII (1316-1334) penerus Paus Klemens V hari raya ini dirayakan dengan perarakan meriah dan pentahtaan Sakramen Mahakudus dalam monstrans.

Sejak tahun 1970, Hari Raya Corpus Christi atau Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan pada hari Minggu sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantanya menjadi kudus.

Orang Kudus Katolik 5 April Santa Maria Crescentia Höss

Arti Nama

Juliana adalah bentuk feminim dari "Julianus".

Julianus berasal dari nama “Julius”, sebuah nama Romawi yang mungkin berasal dari bahasa Yunani ιουλος (ioulos) yang berarti "berjanggut".

Variasi Nama

Juliane (German), Julianna, Julianne (English), Iuliana (Ancient Roman), Yuliana (Bulgarian), Julijana (Croatian), Juliane, Julienne (French), Julianna (Hungarian).

Giuliana, Liana (Italian), Julijana (Macedonian), Julianna (Polish), Iuliana (Romanian), Uliana, Yuliana, Yulianna (Russian), Julijana (Serbian), Julijana (Slovene)

Bentuk Pendek

Liane (German), Liana, Leanna (English), Liana (Portuguese)

Bentuk Maskulin

Julian (German), Julian, Jolyon, Julyan (English), Julián (Spanish), Iulianus (Ancient Roman)

Sumber: katakombe.org

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved