Bupati Sekadau Aron Targetkan Tambahan 20 Desa ODF Hingga 2024
Bupati Sekadau Aron mengatakan sampai saat ini kita masih dihadapkan permasalahan besar dalam bidang sanitasi seperti penyediaan air bersih dan pengel
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pemerintah Kabupaten Sekadau melaksanakan pertemuan lintas sektor dalam rangka mendukung program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digelar di Gedung Kateketik Sekadau, Kalbar, Selasa 5 April 2022.
Bupati Sekadau Aron mengatakan sampai saat ini kita masih dihadapkan permasalahan besar dalam bidang sanitasi seperti penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah serta masih adanya sebagian masyarakat yang terbiasa melakukan buang air besar sembarangan.
Untuk itu pemerintah telah menetapkan kebijakan sanitasi total berbasis masyarakat (stbm) dengan 5 pilar.
Kebijakan STBM juga menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Sekadau no 51 tahun 2017 tentang gerakan pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat dan dukung Pemerintah Provinsi Kalbar dengan Peraturan Gubernur No 146 tahun 2020 tentang STBM.
• Bulan Ramadhan, Anak-anak di Sekadau Ramaikan dengan Meriam Karbit Mini
Dalam RPJMD 2021-2026 Kabupaten Sekadau, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi juga menjadi program prioritas dari visi misi Pemerintah Kabupaten Sekadau dengan program unggulannya IP3K demi terwujudnya Kabupaten Sekadau yang maju, sejahtera dan bermartabat.
"Tujuannya adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat dimana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan 5 pilar STBM dan mendukung tercapainya kemandirian desa atau dikenal dengan desa mandiri," kata Bupati Aron.
Dalam upaya melaksanakan program tersebut Pemerintah Daerah juga telah memberikan surat untuk setiap Camat di Kabupaten Sekadau untuk melakukan Jumat bersih, sehingga lingkungan di setiap kecamatan juga dapat lebih diperhatikan.
Selain itu juga akan lakukan evaluasi terkait akses air bersih yang sudah dibangun di desa-desa.
"Kalau ada yang perlu di rehab kita rehab karena kuncinya setiap WC ini harus ada airnya, yang belum ada sumber air mungkin akan kita bangun sumur bor, tapi secara bertahap akan kita bangun dan manfaatkan sumberdaya di masing-masing wilayah," lanjut Bupati Aron.
Bupati Sekadau pun menargetkan setidaknya pada tahun 2024 sudah ada 20 desa ODF bertambah di Kabupaten Sekadau. Karena yang saat ini baru ada 21 desa ODF dari total 87 desa.
"STBM ini sangat penting karena ini indikator dalam rangka Pemerintah pusat menilai terkait dengan stunting di Kabupaten Sekadau, karena salah satu penyebab stunting itu adalah lingkungan yang tidak sehat. Oleh karena itu kita berusaha agar lingkungan di Kabupaten Sekadau semakin baik," pungkasnya. (*)
[Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pertemuan-lintas-sektor-dalam-rangka-mendukung-sdf-sdf.jpg)