Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 5 April Santa Maria Crescentia Höss
Santa Maria Crescentia Höss lahir pada tanggal 20 Oktober 1682 di Kaufbeuren, sebuah kota kecil di Bavaria Jerman.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ia menjadi teladan bagi mereka untuk bertumbuh dalam kehidupan rohani, dalam iman, harapan, dan kasih.
Ketika madame oberin meninggal dunia pada tahun 1741, Crescentia pun terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan posisinya.
Setelah menjadi superior biara itu, Crescentia melakukan banyak pembenahan untuk perkembangan kehidupan rohani para suster dan juga pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga ia mampu mengatasi masalah keuangan yang selama ini menjadi kesulitan mereka.
Dibawah pimpinannya, biara tak pernah lagi kekurangan dalam hal finansial.
Reputasinya sebagai seorang kudus dan seorang pembimbing rohani segera tersebar ke mana-mana.
Banyak orang yang datang untuk meminta bimbingan dan nasihatnya, bahkan raja, uskup, dan kardinal sering datang untuk meminta nasihat dari Suster Crescentia.
• Orang Kudus Katolik 4 April Santo Benediktus Hitam
Karunia Rohani
Suster Crescentia selalu menjalani hidupnya dalam kesucian dan ketaatan.
Dalam setiap detik hidupnya, ia selalu mengarahkan hati kepada Tuhan.
Kesalehan dan kesuciannya semakin memancar dari dalam dirinya.
Suster Crescentia memperoleh banyak karunia rohani.
Ia sering memperoleh karunia penglihatan (visioner), dan sering tenggelam dalam ekstase rohani.
Ia diberi rahmat oleh Tuhan untuk mengalami penderitaan seperti yang dialami Yesus saat disalib.
Pengalaman mistik ini biasa dialaminya hampir pada setiap hari Jumat mulai dari jam 9 sampai jam 3 sore.
Dalam waktu itu Crescentia merasakan kesakitan dan derita yang dialami oleh Yesus sendiri saat menjelang wafatnya di kayu salib.
Seringkali penderitaan yang dialami oleh Crescentia begitu hebat sampai membuat dia tak sadarkan diri.
Dengan pengalaman ini Crescentia semakin memupuk cintanya kepada Yesus.
Ia menyadari benar-benar bahwa kesakitan dan penderitaan yang dialami oleh Yesus adalah untuk menebus dosa-dosanya dan dosa manusia seluruhnya.
Ia merasa betapa Yesus sangat mencintai dia, dan betapa ia pun ingin terus membalas cinta Yesus itu.
Tutup usia dan kanonisasi
Tahun-tahun terakhir hidupnya dilewatinya bersama dengan penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya.
Crescentia mulai diserang penyakit pada bagian kepalanya yang terus menerus merasa sakit, sampai kemudian ia merasa sakit pada gusi dan giginyayang membuat ia sulit berbicara.
Juga kedua tangan dan kakinya mulai sakit dan akhirnya menjadi lumpuh.
Tubuhnya mulai membungkuk dan semakin membungkuk sampai melengkung seperti posisi seorang bayi didalam rahim ibunya.
Keadaan Crescentia sungguh memprihatinkan, namun ia tetap tabah.
Dan bahkan dalam kesakitannya ia masih dapat berkata dengan semangat St. Fransiskus, “Oh... anggota-anggota tubuhku, pujilah dan sembahlah Tuhan sebab Ia memberikan rahmat dan kesanggupan untuk menderita...”
Pada hari Minggu Paskah tahun 1744, dengan penuh sukacita dan kebahagiaan, suster Maria Crescentia Hoss tutup usia didunia ini dan pergi menghadap Bapa disurga bersama dengan Yesus yang bangkit dihari Paskah itu.
Hidupnya yang penuh dengan teladan kesucian itu telah menjadi contoh bagi banyak orang, terutama bagi para suster dalam biara yang telah dipimpinnya.
Proses kanonisasi Suster Maria Crescentia Hoss telah dimulai pada tahun 1775.
Namun sekularisasi biara-biara di Jerman yang terjadi selama masa pergolakan Revolusioner di abad ke-18, dan kebijakan anti-Katolik pemerintah Jerman selama masa Kulturkampf di abad ke-19 sangat menghambat proses ini.
Akhirnya, pada tahun 1900, Suster Crescentia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII.
Seratus tahun kemudian ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 November 2001.
Menyusul kanonisasinya, biaranya di Kaufbeuren diganti namanya menjadi Biara Santa Crescentia (Jerman: Crescentiakloster) untuk menghormatinya.
Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.
Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantanya menjadi kudus.
• Orang Kudus Katolik 3 April Santo Richard dari Chichester
Arti Nama
Berasal dari bahasa Latin “Crescens” yang berarti “bertumbuh”, “berkembang”
Variasi Nama
Kreszentia, Kreszenz (German), Crescencia (Spanish)
Bentuk Pendek
Senta, Zenzi (German)
Bentuk Maskulin
Crescen, Crescentius (Latin), Kreskes (Biblical Greek), Enzo (French), Crescenzo, Enzo (Italian)
Sumber: katakombe.org
(*)
[Update informasi seputar Katolik]