Kejari Kapuas Hulu Tangkap Paksa Tersangka Tipikor Pembangunan Terminal Bunur Hilir

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan, kalau pihaknya telah kembali menahan paksa seorang tersangka kasus tindakan pidana korupsi

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ KEJARI KAPUAS HULU
Tersangka DI saat ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Sabtu 2 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyatakan, kalau pihaknya telah kembali menahan paksa seorang tersangka kasus tindakan pidana korupsi (Tipikor) pembangunan dan penimbunan terminal Bunut Hilir tahun anggaran APBD 2018.

"Tersangka beranisial DI, yang ditangkap oleh Tim Tabur Kejari Kapuas Hulu, dibantu oleh Tim Tabur Kejati Kalbar, dan dibantu Polres Kapuas Hulu, di Putussibau, pada Sabtu 3 Maret 2022," ujarnya kepada wartawan, Minggu 3 Maret 2022.

Dijelaskan Adi, sebelum dilakukan penangkapan terhadap tersangka DI, kalau Kejaksaan Negeri Kapuas telah melakukan pemanggilan secara patut, namun tidak pernah diindahkan.

Wahyu Hidayat Lakukan Safari Ramadhan Pertama di Kabupaten Kapuas Hulu

"Bahkan pada saat keberadaannya telah diketahui oleh tim Tabur Kejari Kapuas Hulu, tersangka masih tidak kooperatif, dan berupaya melarikan diri sehingga perlu dilakukan penangkapan terhadap tersangka," ucapnya.

Tersangka disangkakan oleh Jaksa Penyidik Kejari Kapuas Hulu melanggar pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi. 

"Tersangka DI berperan sebagai pelaksanaan lapangan kegiatan pembangunan atau penimbunan terminal Bunut Hilir tersebut, yang bersama dengan tersangka lainnya yaitu S, kini sudah ditahan lebih duluan," ujarnya.

Atas perbuatannya, DI menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 316 juta lebih, dan saat ini yang bersangkutan sudah ditahan ke Rutan Putussibau selama 20 hari, setelah itu baru dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak.

"Terdakwa lainnya seperti  S, LS dan G yang saat ini telah menghadapi persidangan di PN Tipikor Pontianak," ujar Adi.

Adi menegaskan, sementara ini penyidikan terhadap perkara tindak pidana korupsi pembangunan terminal bunut hilir tahun 2018 masih berlangsung dimana penyidik Kejari Kapuas Hulu sedang mendalami keterangan saksi-saksi.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru. Perkara atas nama tersangka DI, akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak untuk dilakukan penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu," ungkapnya. (*)

[Update informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved