Jaksa Berhasil Tangkap Buronan Koruptor Kasus Terminal Bunut Hilir

Dengan penangkapan ini akan memberikan efek psikologis kepada buronan lainnya sedangkan yang belum tertangkap hanya masalah waktu saja.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Penkum Kejati
Tim tabur Kejaksaan saat menggiring pelaku tikipor DI yang berhasil di tangkap.(Penkum Kejati) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Tangkap Buronan (Tabur) gabungan Kejari Kapuas Hulu dan Kejati Kalbar berhasil menangkap seorang tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) Kasus Pembangunan Terminal Bunut Hilir.

Tersangka Tipikor Kasus Pembangunan Bunut Hilir TA 2018 yakni berinisial DI yang berhasil di ringkus oleh tim tabur gabungan Kejari Kapuas Hulu Dan Kejati Kalbar pada Sabtu 2 April 2022 di sebuah rumah yang berada di Jalan Sentosa Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putusibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.

Seperti di ketahui pada tahap penyidikan, tim Penyidik Pidus Kejari Kapuas Hulu secara patut, sebanyak 3 kali memanggil tersangka “DI” untuk diperiksa sebagai tersangka.

Namun tersangka DI tidak pernah bertindak kooperatif dan bahkan akan dilakukan pemanggilan secara paksa, Tersangka “ DI “, tidak berada di rumahnya mungkin di perkirakan telah melarikan diri.

Buron 13 Tahun, Terpidana Korupsi Asal Pontianak Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan

Kemudian akhirnya PemmKejari Kapuas Hulu memasukkan tersangka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), selanjutnya Tim Tabur Kejari Kapuas Hulu berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejati Kalbar, untuk melacak keberadaan tersangka “ DI “.

Dan di ketahui Tersangka “ DI “, merupakan pelaksana lapangan pada kegiatan Pekerjaan Pembangunan atau Penimbunan Terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran 2018, perbuatan tersebut dilakukan bersama-sama dengan terdakwa S yang saat ini sedang proses hukum di persidangan di pengadilan Tipikor Pontianak

Tersangka DI dan S sebagai pelaksana lapangan terhadap pekerjaan tersebut tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai selesai dan akibatnya negara mengalami kerugian sekitsr sebesar Rp. 316. Juta

Dan akhirnya Tersangka DI disangkakan oleh Jaksa Penyidik Kejari Kapuas Hulu melanggar ketentuan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi.

Terkait kasus Tipikor pembangunan terminal Bunut hilir, Penyidik Pidsus Kejari Kapuas Hulu dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi ini telah menetapkan 4 (empat) orang tersangka yaitu DI , S , LS dan G.

Kepala Kejati Kalbar DR Masyhudi menuturkan dirinya sangat mengapresiasi kinerja tim Tabur Kejati Kalbar dan Tabur Kejari Kapuas Hulu yang berhasil menangkap satu orang DPO kasus Tipikor.

"Saat ini SelTersangka “ D I”, dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas IIB Putussibau selama 20 hari, sebelum dipindahkan ke Rutan Pontianak untuk proses hukum selanjutnya hingga ke tahap penuntutan di persidangan bersama-sama dengan terdakwa lainnya yaitu terdakwa S, LS dan G yang saat ini sedang menghadapi persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pontianak."kata Kepala Kejati Kalbar pada Minggu 3 April 2022

Dan selanjutnya Kajati DR, Masyhudi menhimbau dan mengajak peran masyarakat ikut membantu dengan menginformasikan jika mengetahui keberadaan buronan DPO Kejaksaan yang lain (belum tertangkap) untuk menyampaikan informasi kepada Kejati Kalbar.

"Untuk Informasi Daftar Pencarian Orang (DPO) / Buronon Kejati Kalbar dapat dilihat website resmi Kejati Kalbar yaitu : https://kejati-kalbar.go.id "katanya

Lanjutnya, Dengan penangkapan ini akan memberikan efek psikologis kepada buronan lainnya sedangkan yang belum tertangkap hanya masalah waktu saja.

"Beberapa kali saya memberikan warning dan mengingatkan kepada para buronan, kalau Tidak Ada Tempat Aman Bagi Pelaku Kejahatan yang Buron atau DPO,"pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved