Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 30 Maret Santa Roswitha

Santa Roswitha hidup antara tahun 935 hingga1000. Karena kaya, orangtuanya menitipkan Roswita ke biara Suster Gandersheim (Sekarang wilayah Jerman) ag

Tayang:
info katolik
Orang Kudus Katolik 30 Maret Santa Roswitha. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Orang Kudus Katolik 30 Maret ini merayakan Santa Roswitha.

Santa Roswitha hidup antara tahun 935 hingga1000. Karena kaya, orangtuanya menitipkan Roswita ke biara Suster Gandersheim (Sekarang wilayah Jerman) agar mendapatkan pendidikan yang baik.

Sesudah dewasa Roswita tidak mau meninggalkan biara itu dan memutuskan untuk menjadi seorang biarawati.

Suster Roswita pandai menggubah syair dan mengarang buku-buku roman serta keagamaan.

Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantanya menjadi kudus.

Orang Kudus Katolik 30 Maret Santo Petrus Regalado

Prosedur

Orang-orang Kudus, terdiri dari tua-muda, rohaniawan/wati, bapa-ibu, perawan-janda, raja-rakyat jelata, cendekiawan-orang tidak berpendidikan, yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya.

Bunda Gereja yang kudus dibawah bimbingan Roh Kudus secara resmi menyebut dan menyatakan mereka “Orang-Orang Kudus”, baik sebagai ‘Beato-Beata’ atau ‘Santo-Santa’.

Pernyataan resmi Gereja itu diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti, yang disebut Beatifikasi dan kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Takhta Suci.

Prosedur untuk menetapkan calon santo-santa di mulai tahun 1234, di prakarsai oleh Paus Gregorius IX dan Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi keseluruh prosesnya (Kongregasi Ritus dan terbentuk mulai tahun 1588, oleh Paus Sixtus V),

Apabila seorang yang telah meninggal dunia dan “dianggap martir” atau “dianggap kudus” maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan.

Dimana salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo-santa yang bersangkutan.

Gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santo-santa guna melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni,” pada intinya tidak didapati adanya suatu kesesatan atau suatu yang bertentangan dengan iman Katolik.

Segala informasi ini dikumpulkan, dan kemudian suatu transumptum, yaitu salinan yang sebenarnya, yang disahkan dan dimeterai, diserahkan kepada Kongregasi Ritus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved