Ramadhan Kareem
Hukum Puasa Saat Sakit, Benarkah Boleh Tidak Puasa?
Sungguh pun menjadi kewajiban, Allah yang Maha Adil, memberikan kemurahan bagi seorang muslim untuk meninggalkan puasa (tidak berpuasa).
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menunaikan ibadah puasa di bulan ramadan merupakan kewajiban diri seorang muslim.
Sungguh pun menjadi kewajiban, Allah yang Maha Adil, memberikan kemurahan bagi seorang muslim untuk meninggalkan puasa (tidak berpuasa).
Hal-hal yang disyari'atkan diantaranya sakit, berpergian jauh (musafir), lansia (tidak mampu) dan ibu hamil atau menyusui yang dikawatirkan mengganggu kesehatan janin atau bayi.
Lalu bagaimana dengan orang yang sedang sakit seperti vertigo dan darah tinggi sehingga setiap bangun seperti ingin muntah?
Menurut Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto lebih baik membatalkan puasa, karena suatu perintah Allah SWT kita jalankan sekemampuannya.
Sebagaimana Firman Allah "Bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” (QS. At-Taghabun: 16).
Demikian pula pada hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, "Apa yang aku larang untukmu, maka jauhilah. Dan apa yang aku perintahkan untukmu, maka kerjakanlah menurut kesanggupanmu”
• Benarkah Bulan Ramadhan Membakar Dosa? Ketahui 5 Sukses Dibulan Ramadhan
Dari ayat dan hadist diatas dapat dijadikan rujukan bahwa mengingat ada gangguan kesehatan menjadi alasan yang dibenarkan untuk membatalkan (tidak puasa) dengan catatan diganti di bulan lain.
Seperti Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah 184 : " Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain."
“Semoga kita semua selalu dikaruniai nikmat sehat dan dijauhkan dari wabah dan penyakit, sehingga bisa ibadah dengan tertib dan lancar,” katanya.
Kapan Ramadhan 2022?
Seperti diketahui, sidang Isbat merupakan keputusan yang diambil pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI untuk menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.
Pemerintah Indonesia sendiri umumnya menggunakan metode rukyat dan hisab.
Untuk diketahui Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit pertama kali setelah terjadinya ijmak (kesepakatan para ulama).
• Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung saat Ramadhan
Sedangkan Hisab secara etimologi memiliki arti perhitungan.
Dalam Islam, istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak untuk memperkirakan matahari dan bulan terhadap bumi.
Lalu kapan sidang Isbat dilakukan?
Dilansir dari website Kemenag, Pemerintah akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan 1443 Hijriah secara hybrid, pada Jumat, 1 April 2022 atau bertepatan dengan 29 Syaban 1443 Hijriah.
“Karena masih pandemi, sidang akan kembali digelar secara hybrid, dalam arti gabungan antara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin 14 Maret 2022. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-saat-puasa.jpg)