Gapki Kalbar Gelar Raker, Bahas Isu SDM Handal Bagi Industri Sawit
perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat menembus angka 1,9 juta hektare dan produksi mencapai 4,9 juta ton dengan tingkat produktifitas 2,7 ton.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja tahun 2022, di Hotel Aston Pontianak, Selasa 22 Maret 2022.
Adapun tema yang diangkat dalam Rapat Kerja kali ini adalah 'Mempersiapkan Tenaga Kerja Handal Dalam Memperkuat Hilirisasi Sawit di Kalimantan Barat'
Ketua Gapki Kalbar, Purwati Munawir mengatakan, sebagai wadah pelaku usaha industri kelapa sawit di Kalbar, Gapki ikut berperan membangun kebersamaan dan bersinergi bersama anggota untuk mempersiapkan tenaga kerja yang handal.
"Sehingga terwujud tata kelola kelapa sawit yang efisien, sehat, dan berkelanjutan dengan stake holder lainnya," ucapnya.
Purwati mengatakan, kelapa sawit sebagai komoditas yang memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun kalimantan barat.
Saat ini luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat telah menembus angka 1,9 juta hektare dan produksi mencapai 4,9 juta ton dengan tingkat produktifitas 2,7 ton per tahun.
"Perkembangan yang pesat selama 10 tahun terakhir ini merupakan indikasi semakin membaiknya iklim investasi di Kalbar sehingga sebagai pelaku usaha perkebunan kelapa sawit merasakan ketenangan dan aman dalam berinvestasi," ucapnya.
Dia memaparkan, sampai dengan tahun 2021, ada 74 perusahaan perkebunan sawit yang menjadi anggota Gapki Kalbar.
Dirinya mengajak perusahaan kelapa sawit untuk bergabung dalam asosiasi ini agar bisa saling bersinergi guna menjadikan komoditas kelapa sawit sebagai primadona yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga kesejahteraan masyarakat.
• Kapuas Hulu Terima Bantuan Korban Banjir dari GAPKI Kalbar
Dirinya optimis melalui kolaborasi perusahaan dan sinergi dengan pemerintah daerah, sumber daya manusia yang handal dapat diwujudkan sesuai dengan harapan, yakni sawit berkelanjutan.
Gapki Kalbar juga menggelar FGD, MoU dengan Politeknik Negeri Pontianak dan Universitas Kapuas Sintang, serta peluncuran buku berjudul ' Perlindungan Hak-hak Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit.
FGD yang digelar tersebut, nerupakan upaya pembekalan bagi jajaran pengurus Gapki Kalbar dalam menyusun langkah oprasional pelaksanaan program Gapki Kalbar tahun 2022.
"FGD ini juga menunjukan komitmen Gapki dalam mengarahkan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Kalbar, melalui pembangunan sumber daya manusia yang handal khususnya dipedesaan agar dapat berkontribusi menggerakan perekonomian nasional dan daerah yang berbasis kepada pembangunan pedesaan," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan ke publik Kalbar sebuah buku panduan Perlindungan Hak-Hak Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit.
Pekerja perempuan di sektor sawit memiliki peranan penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/buku-panduan-perlindungan-hak-hak-pekerja-perempuan-di-perkbunan-sawit.jpg)