Ketua Komite IV DPD RI Apresiasi Program Menteri Agama untuk Kemandirian Pesantren

Pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki sumber daya ekonomi yang bila dikelola dengan baik bisa menjadi potensi ekonomi yang ...

File Boby Anta
Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto mengaprediasi program Menteri Agama untuk kemandirian pesantren.

Menurut pria yang juga berlatar belakang pengusaha ini, program Inkubasi Bisnis Pesantren dari Kementerian Agama merupakan satu langkah maju dan konkret menuju pesantren yang mandiri.

“Selama ini mungkin tidak banyak pesantren yang memiliki unit usaha, sehingga dengan adanya program Inkubasi Bisnis ini dapat menjadi trigger untuk pesantren memulai unit usahanya,” kata Sukiryanto, Senin 14 Maret 2022.

Sukiryanto yang juga Wakil Ketua PW Nahdlatul Ulama Kalbar ini menyatakan bahwa pesantren memiliki peran sentral di masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan namun juga dalam aspek sosial dan ekonomi.

“Ke depan melalui NU saya juga akan berkoordinasi dan berkonsolidasi ke PCNU terkait hal ini dan bersama elemen NU untuk dapat membuat prototipe inkubasi bisnis atau pilot project untuk pesantren di Kalimantan Barat,” kata Sukiryanto.

Lanjutnya ia juga akan mendorong program ini untuk dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan organisasi pengusaha dalam hal pendampingan.

Ada Sejak Tahun 1978, Kakanwil Kemenag Kalbar Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Menteri Agama RI

“Tentunya pendampingan ini penting, terutama bagi pesantren yang belum pernah memiliki unit usaha, sehingga ada proses brainstorming disini terkait dunia usaha.” Sukiryanto

Kemudian dengan pengembangan kewirausahaan pesantren ini juga diharapkan dapat mendorong perkembangan keuangan syariah di Indonesia.

“Program ini berbasis pesantren sudah seharusnya kita memprioritaskan keuangan yang berbasis syariah, untuk itu edukasi dan literasi keuangan syariah sudah harus menyentuh ke pondok-pondok pesantren,” harapnya.

“Sekali lagi ini program yang sangat baik, dan kita harapkan juga pemerintah daerah memberi dukungan terhadap produk-produk pesantren, agar produk-produk pesantren diberi ruang dan perlindungan sehingga dapat masuk ke mata rantai bisnis yang lebih besar,” kata pria yang juga Ketua ISMI Kalbar ini.

Lebih lanjut, Sukiryanto berharap kedepan dengan pengembangan model kemandirian pesantren ini dapat menjadikan pesantren sebagai lokomotif kemandirian ekonomi umat.

Tiga Program Kemandirian Ekonomi Pesantren untuk Dukung Ekonomi Indonesia

Sukiryanto saat memberikan sumbangan di Kayong Utara
Sukiryanto saat berkunjung ke Kayong Utara (File Boby Anta)

Sekedar informasi, Kemandirian Pesantren menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, setidaknya ada tiga alasan pentingnya memandirikan lembaga pendidikan yang juga menjadi akar tradisi Islam di Nusantara ini.

Pertama, pesantren sudah teruji sebagai pusat pendidikan yang bisa bertahan bertahun-tahun, dan pesantren juga memiliki SDM yang melimpah yang berpotensi menjadi SDM yang unggul.

Alasan kedua, pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki sumber daya ekonomi yang bila dikelola dengan baik bisa menjadi potensi ekonomi yang berkelanjutan.

Sedangkan alasan ketiga pesantren harus dimandirikan adalah karena lembaga ini juga memiliki jejaring antar pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved