Jelang Muskorcab KONI Sekadau, Sejumlah Cabor Minta Muskorcab Ditunda

Sehingga persyaratan yang harus diusung sebagai calon ketua KONI jelas, tidak melenceng dari AD/ART KONI yang dikeluarkan tahun 2020.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Sejumlah Pengurus Cabor di Kabupaten Sekadau yang menolak pelaksanaan Muskorcab KONI Sekadau, saat melakukan pertemuan di Lupung Coffe, Jl Merdeka Selatan, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Senin 14 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Muskorcab KONI Kabupaten Sekadau, Kalbar dijadwalkan pada 15 Maret 2022. Sejumlah cabang olahraga di Kabupaten Sekadau harap Muskorcab ditunda demi kebaikan bersama, Senin 14 Maret 2022.

Ketua Pengcab Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sekadau Ibrahim, mewakili 34 cabor yang tergabung dalam KONI Sekadau menjelaskan, sejatinya masa bhakti KONI Sekadau sudah habis sejak tahun 20220.

Namun hingga tahun 2022 belum dilaksanakan Musda, sehingga Caretaker dari Provinsi lah yang mengambil kebijakan. Namun dalam pelaksanaannya tidak mengikuti AD/ART KONI dan tidak melibatkan kepengurusan KONI Sekadau sebelumnya atau Cabor yang ada di Kabupaten Sekadau.

Menurut Ibrahim sudah selayaknya panitia Caretaker dari Provinsi Kalbar mengumpulkan 34 cabor terlebih dahulu guna membahas tata tertib penjaringan bakal calon ketua KONI Sekadau.

Perawatan Kebun Semakin Mahal, Petani Kelapa Sawit Mandiri di Sekadau Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Sehingga persyaratan yang harus diusung sebagai calon ketua KONI jelas, tidak melenceng dari AD/ART KONI yang dikeluarkan tahun 2020.

"Selama ini kita lihat proses ini keluar jalur sedikit. Kami merasa dilangkahi karena tidak mengundang cabor-cabor dalam membahas pemilihan ketua KONI. Padahal ini sudah pemilihan ketiga," kata Ibrahim.

Selain itu, syarat minimal 12 cabor pendukung bakal calon juga dianggap tidak sesuai dengan AD/ART KONI. Dimana sebelumnya hanya dibutuhkan sekitar 20 persen atau 7 cabor untuk mendukung bakal calon yang akan mencalonkan diri.

Pemilihan yang rencananya akan dilakukan secara aklamasi itu juga dianggap mengkebiri cabor yang ada di Kabupaten Sekadau. Dimana nantinya tidak akan ada lagi penerus yang akan mengembangkan KONI Sekadau.

"Kalau seperti ini tidak akan maju, karena kita butuh kebersamaan. Menyatukan olahraga di Sekadau harus bersama-sama. Kalau Muskorcab tetap dilaksanakan seperti ini saya pesimis," tandasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved