Jalan Layang di Kapuas Hulu Tahap Pembuatan Spun Pile dan Oprit Abutmen
"Kita tau bersama lokasi jalan tersebut sangat mudah terendam, sehingga mengganggu aktivitas transportasi itu sendiri," ungkapnya.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Fransiskus Diaan, menyatakan saat ini proses pembangunan jalan layang (flyover) di ruas jalan lintas selatan, Putussibau Selatan-Kalis, Kapuas Hulu, baru tahap pembuatan spun pile dan oprit abutmen sisi.
"Pembangunan tersebut merupakan anggaran APBN, yang dikerjakan langsung oleh pihak Satker pelaksanaan jalan Nasional wilayah III Provinsi Kalbar," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 13 Maret 2022.
Fransiskus Diaan berharap, dengan adanya jalan layang tersebut, bisa mengurangi terjadinya banjir di ruas jalan Putussibau - Kalis.
"Kita tau bersama lokasi jalan tersebut sangat mudah terendam, sehingga mengganggu aktivitas transportasi itu sendiri," ungkapnya.
• Kemendagri Akan Terapkan SIAK, Ini Langkah Disdukcapil Kapuas Hulu
Berdasarkan data yang diterima dilapangan bahwa, jalan layang (flyover) dibangun dengan panjang 750 meter dan tinggi 2,4 meter di atas tanah gambut, akan dilaksanakan selama 360 hari kerja.
Sedangkan anggaran sesuai dengan kontrak kerja sebesar Rp60,7 miliar lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
Seorang warga Putussibau, Kapuas Hulu, Een, sangat mendukung pemerintah pusat membangun jalan layang di wilayah Putussibau-Kalis, karena jalan tersebut sering terjadi banjir.
"Kalau sudah banjir, lalulintas menuju ibukota putus," ujarnya kepada Tribun.
Maka diharapkan, agar pengerjaan pembangunan jalan layang tersebut, berjalan lancar dan sukses.
"Terpenting adalah kerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan dikerjakan setengah jalan," ungkapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-kapuas-hulu-fransiskus-diaan-saat-meninja23rsaefw34.jpg)