Minyak Goreng Langka, Masyarakat Sekadau Pasrah
Meskipun sejatinya minyak goreng dari jenis lain masih dijual. Namun harga sangat mahal bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Minyak goreng subsidi dan non subsidi sangat sulit didapat, warga Sekadau mengaku pasrah dengan harga minyak goreng yang mahal, Jumat 11 Maret 2022.
Sulitnya mendapatkan minyak goreng dirasakan hampir seluruh masyarakat di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Pasalnya sejak harga minyak goreng ditetapkan menjadi Rp.14.000.00 perliter.
Minyak goreng justru menjadi sulit didapatkan.
Kondisi tersebut tidak hanya yang berlaku bagi minyak goreng subsidi tetapi juga non subsidi, yang harganya dimulai dari Rp.21.000.00 hingga Rp. 24.000.00 perliter.
• IPSI Sekadau Buka Suara Terkait Polemik Pemilihan Ketua KONI Sekadau
Sejumlah toko tradisional dan ritel modern juga sebagian besar tidak lagi menjual minyak goreng.
Kesulitan itupun dikeluhkan Tati (24) warga desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. Ia mengaku untuk mendapatkan minyak goreng non subsidi sama saja sulitnya dengan mencari minyak goreng subsidi.
"Kalau di toko-toko langganan saya itu juga susah sekarang. Kemarin saya keliling cari minyak goreng untuk goreng kacang tanah untuk dijual, hanya dapat 1 liter, harganya 22 ribu," kata Tati.
Diungkapkannya, jika mencari minyak goreng di pasaran justru lebih susah dibandingkan mencari di warung-warung kecil. Namun untuk harga tentunya lebih mahal dari yang ditetapkan pemerintah.
Ia pun tak keberatan dengan harga yang masih mahal tersebut. Mengingat minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk memasak.
Meskipun sejatinya minyak goreng dari jenis lain masih dijual. Namun harga sangat mahal bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
."Ada memang minyak goreng lain yang dari kelapa, jagung. Tapi kalau pakai itu untuk jualan atau masak ya berat untuk kita. 1 liternya bisa sampai 30 ribu. Seharga dada ayam," ujarnya.
Ia pun berharap kelangkaan minyak goreng dapat segera ditangani oleh pemerintah.
Terlebih sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan yang biasanya untuk menu berbuka puasa juga membutuhkan minyak goreng. (*)
(Simak berita terbaru dari Sekadau)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wulan-110322-migor.jpg)