Kalender Kalbar 2022

Desa Sungai Kupah Kembangkan Aplikasi Tanan Mangrove untuk Wisatawan

Rudi menjelaskan tentang cara mengaplikasikan Penanaman Mangrove Digital. Ia menuturkan, wisatawan dapat melakukan registrasi secara online melalui ap

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Flayer tata cara menanam Mangrove Secara Digital di Destinasi Desa Wisata Sungai Kupah, di Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 9 Maret 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua Kelompok Wisata (Pokdarwis) Rudi Hartono, menuturkan, bahwa Destinasi Desa Wisata Sungai Kupah memiliki program penanaman Mangrove Digital untuk Wisatawan.

“Nah jadi kita punya penanaman Mangrove digital, untuk mangrove digital ini wisatawan yang ini menanam itu bisa langsung ke lokasi atau Via Dm ataupun WA kita pengelola,” jelasnya. 

Rudi menjelaskan tentang cara mengaplikasikan Penanaman Mangrove Digital. Ia menuturkan, wisatawan dapat melakukan registrasi secara online melalui aplikasi Map Marker.  

Rudi Hartono Nilai Sungai Kupah Punya Banyak Potensi Wisata yang Bisa Dikembangkan

“Jadi metodenya, apabila wisatawan datang ke wisata teluk berdiri desa sungai kupah, dan ia ingin menanam mangrovr digital, nanti ia akan mengisi registrasi terlebih dahulu. Setelah registrasi, nama, alamat tempat tinggal, dan juga email,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah melakukan registrasi, pengelola akan memandu wisatawan terkait titik kordinat lokasi penanaman, melalui aplikasi.

“Setelah itu pengelola, akan membawa wisatawan tersebut ke lokasi penanaman. Dan memilih pohon yang sudah terbuat dari bakul untuk menjadi polibeknya,” katanya.

“Kemudian wisatawan tersebut akan di pandu dan akan di buatkan lubang untuk penanaman pohon tersebut, oleh pengelola. Dan wisatawan di tunjukan ke titik kordinatnya melalui aplikasi,” ucapnya.

Rudi menambahkan, setelah semua prosedur penanaman digital di lakukan, nantinya wisatawan tersebut akan mendapatkan sertifikat kepemilikan online. Wisatawan juga bisa memantau secara digital kondisi mangrove yang ia tanam.

“Setelah titik koordinat langsung di foto melalui aplikasi itu juga, nanti kita akan berikan wisatawannya sertifikat online, itu sertifikat kepemilikan. Setelelah mendapatkan sertifikat itu kita akan menginformasikan, perkembangan pohonnya melalui email maupun WA, secara continues sebulan sekali,”  pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Kubu Raya]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved