Apa itu Horas ? Ketahui Pengertian Horas yang Identik dengan Suku Batak di Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, ungkapan Horas memang dimaknai dan diidentikkan dengan identitas budaya orang Batak.

Editor: Jimmi Abraham
Tribuntravel.com/NET
Suku Batak. 

Istilah Batak Toba muncul karena kebanyakan populasi suku ini mendiami sekitar Danau Toba; juga disebut halak Samosir atau orang Samosir karena leluhur mereka berasal dari pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba.

Zaman kolonial Belanda, suku Toba sering disebut dengan Batak Barat untuk menegaskan keberadaan mereka di sebelah Barat Danau Toba, yang dilawankan dengan masyarakat Simalungun yang mendiami wilayah Timur Danau Toba (Antono & Purnomo, 2003).

Apa yang Dimaksud dengan Akor ? Ketahui Jenis Akor , Rumus Akor , Simbol Akor dan Fungsi Akor

Batak Toba Adalah Populasi Terbanyak

Suku Batak Toba, sekarang merupakan populasi terbanyak dari suku-suku Batak yang lain.

Orang Batak Toba memaknai pencapaian hidup bermuara pada tiga nilai yakni hamoraon, hagabeon dan hasangapon.

Hasangapon berarti kemuliaan, kewibawaan dan kehormatan.

Nilai pertama ini menjadi dorongan bagi orang Batak untuk gigih memperjuangkan dan meraih kedudukan sosial di masyarakat.

Nilai kedua, Hamoraon diterjemahkan yang berarti memiliki kekayaan atau memiliki banyak harta.

Dan nilai yang ketiga, Hagabeon merupakan nilai tertinggi.

Orang Toba melihat, kehadiran anak, terutama anak laki-laki melebihi segala nilai lain.

Kehadiran anak menjamin kelanjutan generasi dan perolehen hak-hak dalam adat.

Kehadiran anak memberi kehormatan dan gelar baru kepada orang tua.

Mereka memperoleh gelar baru sebagai amang dan inang, ayah dan ibu dari si anak. Hal yang sama terjadi dengan pahopu atau cucu, sang opung (kakek dan nenek) memperoleh gelar baru sebagai opung doli dan opung boru (Yakobus Ndona, 2018).

Apa itu Vibrato ? Ketahui Juga Teknik Ornamentasi Lagu Seperti Falseto , Echo dan Tremolo

Tiga nilai besar itulah yang dimaknai Orang Batak Toba dalam kata Horas.

Horas berarti pemenuhan ketiga nilai dasar itu, meskipun pencapaian horas membutuhkan nilainilai pendukung seperti nilai–nilai sosial, religius dan sebagainya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved