Khazanah Islam
Apa Itu Puasa Nisfu Sya'ban? Boleh Dilakukan atau Tidak?
"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa Sya'ban atau puasa Nisfu Sya'ban adalah satu di antara amalan yang sering dilakukan di bulan 8 kalender hijriyah.
Sesuai namanya, puasa ini dilaksanakan di pertengahan bulan Sya'ban, yang tahun ini jatuh pada hari Jumat 18 Maret 2022.
Apa sebenarnya puasa Nisfu Syaban itu dan apakah Rasulullah SAW pernah mencontohkannya?
Buya Yahya pernah menyampaikan penjelasan terkait puasa di pertengahan bulan sa'ban (Nisfu Sya'ban) ini.
• Jelang Ramadhan 2022: Ingat Kembali Bacaan Niat Solat Tarawih dan Solat Witir
Buya Yahya menegaskan, puasa Nisfu Sya'ban bukanlah puasa terlarang.
"Kalau ada yang mengatakan bid’ah, dialah ahli bid’ah," tegas Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, yang dimaksud puasa di Nisfu Syaban adalah puasa Ayyamul Bidh.
"Nabi menganjurkan kita untuk puasa di setiap bulan itu tiga hari. Kalau kamu ingin puasa di setiap bulan, maka puasalah kamu di hari 13, 14 dan 15," kata Buya Yahya.
"Puasalah anda di tanggal 15. Karena itu hari putih. Dianjurkan kita untuk berpuasa dan Rasulullah SAW memberikan petunjuk," katanya.
• Doa Menyambut Ramadhan 1443 Hijriyah yang Jatuh Pada Hari Sabtu 2 April 2022
Jadi jelas, bahwa yang dimaksud puasa Nisfu Syaban adalah puasa Ayyamul Bidh.
Puasa ini juga bisa dilakukan di bulan lain selain Sya'ban, terkecuali Ramadhan.
Bukan puasa sunnah yang memang khusus hanya dilakukan di bulan Sya'ban.
Berikut bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/apa-yang-dimaksud-puasa-nisfu-syaban.jpg)