Konflik Ukraina vs Rusia

Turki Tutup Selat Bosphorus dan Dardanelles, Kapal Perang Rusia Kesulitan Serang Ukraina ?

Pakta 1936 memberi Turki hak untuk melarang kapal perang menggunakan Selat Dardanelles dan Bosporus selama masa perang. Kini pakta tersebut diaktifkan

Editor: Ishak
OZAN KOSE / AFP
Suasana malam di Selat Bosphorus dan Dardanelles, tampak kapal patroli maritim Rusia, 22160 Dmitriy Rogachev 375 melintasi kawasan tersebut beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Selat Bosphorus dan Dardanelles adalah lajur strategis yang ada di bawah penguasaan Turki.

Jalur ini kerap menjadi lajur lalu lintas kapal-kapal, termasuk kapal perang negara-negara dunia.

Dalam krisis perang Rusia vs Ukraina 2022 kali ini, Turki mengambil kebijakan terhadap Selat Bosphorus dan Dardanelles terkini.

Di mana Turki baru-baru ini disebutkan telah melarang kapal perang melewati Selat Bosphorus dan Dardanelles.

Langkah Turki memblokir jalur Selat Bosphorus dan Dardanelles bagi kapal perang ini disebutkan dalam upaya untuk mengurangi eskalasi krisis atas invasi Rusia ke Ukraina 2022 ini.

Invasi Rusia ke Ukraina Membabi Buta, Tempat Lain Israel Brutal ke Warga Palestina saat Isra Mikraj

Langkah itu Turki lakukan pada Senin 28 Februari 2022 lalu.

Tepat setelah Ukraina meminta Ankara (Turki) untuk mengaktifkan pakta internasional berusia 90 tahun dan mencegah transit kapal perang Rusia dari Mediterania ke Laut Hitam.

Selat Bosphorus dan Dardanelles menghubungkan Laut Aegea, Marmara, dan Laut Hitam.

20 Fakta Perang Rusia Vs Ukraina Terbaru Hari Ini

Laut Hitam menjadi pijakan Rusia melancarkan serangan di pantai Selatan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Senin 28 Februari 2022 lalu, Ankara mengaktifkan Konvensi Montreux.

Dan memperingatkan negara-negara Laut Hitam dan non-Laut Hitam untuk tidak mengirim kapal perang melalui perairan Turki.

Pakta 1936 memberi Turki hak untuk melarang kapal perang menggunakan Selat Dardanelles dan Bosporus selama masa perang.

Berapa Jumlah Korban Jiwa Perang Rusia Vs Ukraina?

“Kami telah memperingatkan kedua negara di kawasan itu dan di tempat lain untuk tidak mengirim kapal perang melalui Laut Hitam,” kata Cavusoglu, seperti dikutip Al Jazeera. “Kami menerapkan Konvensi Montreux”.

Tidak jelas seberapa besar dampak keputusan Turki menutup kedua selat itu terhadap konflik Rusia-Ukraina.

Setidaknya, enam kapal perang dan sebuah kapal selam Rusia melewati selat tersebut bulan ini.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved