Puluhan Pelajar dan Guru Positif COVID-19, PTM Terbatas di Kecamatan Sintang Dihentikan Sementara

Keputusan pemberhentikan sementara pertemuan tatap muka terbatas di kelas berlaku untuk semua jenjang satuan pendidikan selama 10 hari kedepan khusus

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memutuskan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas terhitung mulai 24 Februari sampai dengan 6 Maret 2022.

Keputusan ini diambil setelah ditemukan kasus konfirmasi corona aktif terhadap guru dan peserta didik di Kecamatan Sintang.

Keputusan pemberhentikan sementara pertemuan tatap muka terbatas di kelas berlaku untuk semua jenjang satuan pendidikan selama 10 hari kedepan khusus sekolah di Kecamatan Sintang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengungkapkan total ada 54 pelajar yang terkonfirmasi positif corona dan 30 orang guru dari semua satuan jenjang pendidikan.

Belum Ada Siswa yang Terpapar Covid-19, PTM Terbatas di Kabupaten Mempawah Masih Berlangsung

"Pelajar sudah 54 orang yang positif. Guru 30 orang. Ada SD, SMP, dan SMA," kata Sinto, Kamis 24 Februari 2022.

Pemberhentian sementara pertemuan tatao muka terbatas di kelas karena ada peningkatan kasus konfirmasi baik di kalangan pelajar maupun guru terutama di kecamatan sintang.

"Memang ada di kecamatan di luar sintang pelajar yang terkonfirmasi. Jadi kami mengusulkan dari dinkes ke satgas untuk memberhentikan sementara pertemuan tatap muka, diganti belajar secara daring," jelas Sinto.

Peningkatan kasus konfirmasi terjadi sejak pekan lalu. Semula, ada satu guru yang ditemukan swab PCR Positif. Setelah ditelusuri, jumlahnya meningkat.

"Kita tracing makin banyak, murid pun ada bergejala. Atas dasar itu kita harus cepat untuk melakukan tindakan mencegah penyebaran yang lebih luas menghentikan sementara tatap muka. Bukan diliburkan, tapi kembali belajar online. Memang ada positif negatif belajar online, banyaj guru, murid mengeluh. Tapi keputusan ini diambil untuk kebaikan bersama," ujar Sinto.

Menurut Sinto, dari guru dan peserta didik yang positif corona, sebagian besar isolasi mandiri. Mereka, hanya bergejala batuk, pilek dan demam. "Kadang ada yang gak bergejala. Mereka isolasi mandiri," jelasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved