Christiandy Sanjaya Dorong Pengembangan Pariwisata dan Kuliner di Singkawang
Ia juga mendorong penguatan budaya lokal makanan jenis tahu putih Singkawang dan Kopi Jangkar yang sudah terkenal.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Senator Kalbar, Christiandy Sanjaya terus mendorong pengembangan pariwisata dan kuliner di Kota Singkawang.
Hal tersebut ia ungkapkan di sela-sela dialog bersama perwakilan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, yakni Kepala Dinas, Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang, Muslimin dan Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Singkawang Heri Apriadi melalui zoom meeting pada Senin 21 Februari 2022.
Sebagai upaya pendorong kuliner dan pariwisata tersebut, Christiandy berencana menggelar pelatihan di Kota Singkawang dengan menghadirkan pakar-pakar di bidang pariwisata dan kuliner.
Nantinya pelatihan tersebut, kata Christiandy, akan meningkatkan dan memperkaya makanan kuliner di Kota Singkawang.
• Terbakar Api Cemburu, Pria di Singkawang Nekat Tikam Lelaki yang Sedang Dekati Istrinya
Selain itu, dalam dialog bersama Pemerintah Kota Singkawang ini, Christiandy juga menghadirkan langsung pakar di bidang kuliner dan pariwisata.
Dirinya berharap, rencananya tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Singkawang.
"Saya harap input-input dari pakar dari perguruan tinggi ternama di tanah air seperti Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dapat ditindaklajuti dalam bentuk pelatihan kepada UMKM di kota Singkawang,” kata Christiandy, Senin 21 Februari 2022.
Selain itu, Christiandy juga sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Singkawang yang telah memberikan waktu untuk dialog pariwisata kuliner konstruktif.
Di zoom meeting yang sama, Pakar kuliner berbahan dasar tempe, Dra. Lusiawati Dewi MSC menyebutkan manfaat kuliner berbahan dasar tempe antara lain memperkaya jenis kuliner, memiliki nilai gizi, meningkatkan pendapatan, membuka lapangan baru serta usaha turunannya.
"Jadi bahas dasar tempe ini sangat bermanfaat," katanya.
Sedangkan pakar pariwisata, Dr. Titi Susilowati menggarisbawahi manfaat pariwisata kuliner antara lain berkembangnya makan lokal, pasar tradisional, sajian atraksi kelas memasak kepada wisatawan pada gilirannya peningkatan income UMKM.
Ia juga mendorong penguatan budaya lokal makanan jenis tahu putih Singkawang dan Kopi Jangkar yang sudah terkenal.
"Mungkin perlu dipikirkan pengembangan wisata kuliner dari hulu hingga ke hilir mulai dari pusat kajian makanan khas hingga sajian kuliner di meja makan," pesannya.
Masih di trmpat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata kota Singkawang menilai positif pengembangan pariwisata kuliner tersebut.
Menurutnya, upaya tersebut akan mewarnai lima event pariwisata di Singkawang yakni Cap Go meh, Ramadan, Ngebayat, Naik Dango, dan Christmas Day.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dok-christiandy-sanjaya-210222.jpg)