Apa itu Cubital Tunnel Syndrome atau Sindrom Terowongan Kubital ? Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Artikel ini memuat tentang Cubital tunnel syndrome atau sindrom terowongan kubital, gejalanya, penyebab dan cara mengobatinya.

Editor: Jimmi Abraham
KOMPAS.COM/Shutterstock/rumruay
Ilustrasi sindrom terowongan kubital atau cubital tunnel syndrome. 

Namun, dokter juga mungkin akan memesan studi konduksi saraf dan tes yang disebut elektromiografi (EMG).

EMG adalah prosedur yang melibatkan penempelan elektroda pada otot dan kulit untuk mengukur kesehatan otot dan sel saraf yang mengendalikannya.

Prosedur ini dapat memastikan diagnosis, mengidentifikasi area kerusakan saraf, dan menentukan tingkat keparahan kondisi.

Apa itu Bilirubin pada Bayi ? Ketahui Penyebab Bilirubin Tinggi pada Bayi

Perawatan

Penanganan pertama adalah menghindari tindakan yang menimbulkan gejala, seperti:

  • membungkus bantal atau handuk secara longgar di sekitar siku atau mengenakan belat supaya tidak tertekuk
  • menghindari bersandar pada siku.

Terapis tangan dapat membantu memberikan alternatif untuk menghindari tekanan pada saraf.

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf.

Kondisi ini dapat melibatkan pelepasan saraf, menggerakkan saraf ke depan siku, dan/atau menghilangkan sebagian tulang.

Kemudian, terapi terkadang diperlukan setelah operasi. Pemulihan dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan kondisi.

Selain itu, gejala terowongan kubital mungkin tidak hilang sepenuhnya pascaoperasi, khususnya jika gejalanya parah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sindrom Terowongan Kubital"

(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved