Kasus Omicron Sambas Nihil, Satgas Sebut Belum Lakukan Pengetatan Tempat Keramaian
“Namun kita terus perketat prokes, walaupun sulit menerapkannya, contohnya aja salat Jumat yang pakai masker sangat sangat sedikit,” katanya Rabu 16 F
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kasus positif Covid-19 varian omicron ditemukan di Kalimantan Barat. Bahkan kasus harian covid-19 Kalimantan Barat mengalami lonjakan mencapai 310 kasus per hari.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas dr Fatah Maryunani menjelaskan Kabupaten Sambas masih menerapkan kebijakan antisipasi covid-19 dari biasanya.
Dokter Fatah Maryunani mengatakan pihaknya belum mengambil langkah-langkah pengetatan.
“Kebijakan tetap seperti sebelumnya lebih perketat prokes, tapi sekarang susah menerapkan,” kata dr Fatah Maryunani.
“Namun kita terus perketat prokes, walaupun sulit menerapkannya, contohnya aja salat Jumat yang pakai masker sangat sangat sedikit,” katanya Rabu 16 Februari 2022.
• Omicron Terdeteksi di Pontianak, Wako Kerahkan Tim Cegah Kerumunan & Tempat Usaha Tutup Pukul 21.00
Dokter Fatah Maryunani berujar pihaknya masih menunggu arahan Satgas Covid-19 untuk lakukan pengetatan di Warkop, Pasar dan tempat keramaian lainnya.
“Masih menunggu arahan Satgas Covid-19, untuk lakukan pengetatan warkop dan lainnya, juga termasuk razia kerumunan belum dilakukan masih nunggu arahan Satgas,” jelasnya.
Dia mengatakan di Kabupaten Sambas belum terjadi lonjakan kasus. Namun demikian hanya ditemukan satu dua orang yang terkonfirmasi kasus positif.
“Di Kabupaten Sambas belum ada lonjakan, sehari cuma satu hingga dua orang m, itu pun kategori OTG semua,” katanya.
Sementara itu tingkat keterisian rumah sakit (BOR) di Kabupaten Sambas BOR masih nol persen. Kata dia, Kabupaten Sambas sudah meningkatkan kesiapan adanya kemungkinan terjadi lonjakan.
“BOR di Sambas ini kosong, kesiapan oke, termasuk obat obatan dan pelayanan kesehatan telah disiapkan. Kasus omicron belum ada,” katanya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)