Omicron Masuk Kalbar
Ditemukan Dua Kasus Positif Omicron di Kalbar, Berikut Penjelasan dr Andriani
Sedangkan kasus yang kedua ini adalah kasus transmisi lokal, yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif perjalanan dari luar Kalbar yaitu Jakar
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus Positif Omicron telah ditemukan di Kalbar yang menjadi penyebab melonjaknya kasus positif covid-19 di Kalbar.
Kabar masuknya Omicron di Kalbar disampaikan langsung oleh Wakil Satgas Provinsi Kalbar, Harisson.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Laboratorium Jejaring Surveilance Genom SARS CoV2 Nasional RS UNTAN yakni dr Andriani membenarkan bahwa saat ini sudah tercatat dua kasus varian Omicron di Kalbar.
“Jadi memang benar pada saat ini sudah tercatat dua kasus SARS CoV2 varian omicron di Kalbar,”ujarnya saat dihubungi Tribun Pontianak,Selasa 15 Februari 2022.
• Temukan Kasus Omicron di Kalbar, Harisson: Omicron Masuk Kalimantan Barat dari Pelaku Perjalanan
Adapun untuk kasus pertama merupakan imported yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri dari Malaysia.
Sedangkan kasus yang kedua ini adalah kasus transmisi lokal, yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif perjalanan dari luar Kalbar yaitu Jakarta.
Dikatakannya dengan ditemukannya kasus kedua ini, sebagai bukti bahwa secara ilmiah menjadi bukti bahwa sudah terjadi transmisi lokal varian omicron di Kalbar.
“Saat ini kami terus mengirim sampel-sampel yang kami sudah curigai dan berpotensi untuk terdeteksinya SARS CoV2 varian omicron termasuk untuk membuktikan apakah ada varian-varian baru dengan pemeriksaan WGS di Bakitbangkes, Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terhadap lonjakan kasus yang saat ini terjadi di Kalbar yang menyebabkan PPKM level III untuk saat ini, bisa saja disebabkan oleh adanya varian omicron di Kalbar.
“Namun kita harus ingat bahwa hasil WGS yang kita lakukan juga masih ditemukan varian delta di Kalbar. Artinya saat ini di Kalbar sedang terjadi sirkulasi dua varian yang penularannya sangat tinggi yaitu varian delta dan omicron,”jelasnya.
Akan tetapi, ia mengatakan bahwa untuk varian omicron memang saat ini sudah mulai menggeser keberadaan dari virus varian delta.
Ia mengatakan akan terjadi peningkatan kasus yang lumayan banyak dan perkiraannya pada bulan Februari dan Maret adalah masa terjadinya peningkatan kasus yang sangat tinggi.
“Maka untuk menyikapi adanya lonjakan kasus ini. Terhadap semua jenis virus yang sudah ada sampai saat ini, imbauannya tetap sama. Dimana pemerintah wajib melakukan 3T, masyarakat tetap prokes. Saya kira sudah sering disampaikan terkait 5M, terus jangan lupa untuk vaksinasi,”imbaunya.
Dikatakannya saat ini pemerintah sudah memfasikitasi vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat umum. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
Hal tersebut sebagai antisipasi sebelum terjadinya gelombang atau mencegah terjadinya penularan akibat tingginya kasus pada gelombang ketiga ini.
Sejauh ini total sampel yang sudah dikirim oleh Lanoratorium Untan untuk WGS di Jakarta sekitar 600 lebih.
Namun yang sudah mempunyai hasil sekitar 333 sampel dengan sebaran 301 itu merupakan varian delta, kemudian 2 varian omicron. Sisanya adalah varian lain yang tidak terkategori yang varian of concren maupun varian of interst.(ANG)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)