Kalender Penanggalan China atau Lunar serta 12 Shio Lengkap Daftar Hari Perayaan Tionghoa

Masyarakat Tionghoa masih berpegang pada tradisi memperhatikan hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha.

Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
EDDY PURWANTO / NURPHOTO / NURPHOTO VIA AFP
Pemandangan Pagoda Hok Tjing Rio. Klenteng Hok Tjing Rio adalah sebuah candi Budha yang terletak di Pulo Kemaro, sebuah delta di tengah sungai Musi di Sumatera Selatan, Indonesia. Kuil ini sering dikunjungi oleh umat Buddha untuk berdoa atau berziarah. Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek atau Imlek. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penanggalan China atau kalender China menggunakan kalender Lunisolar.

Kalender lunisolar dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Melansir dari wikipedia, kalender Tionghoa sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa.

Masyarakat Tionghoa masih berpegang pada tradisi memperhatikan hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha.

Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti "Kalender Agrikultur"

Selain itu juga dikenal dengan "Kalender Yin" (karena berhubungan dengan aspek bulan).

Ritual Ibadah Imlek Maupun Cap Go Meh di Pontianak Dipersilakan dengan Prokes Ketat

Sejarah:

Huang Di

Kalender Tionghoa mulai dikembangkan pada milenium ke-3 SM, konon ditemukan oleh penguasa legendaris pertama, Huáng Dì, yang memerintah antara tahun 2698 SM-2599 SM, dan dikembangkan lagi oleh penguasa legendaris ke-4, Kaisar Yáo.

Siklus 60 tahun (gānzhī atau liùshí jiǎzǐ) mulai digunakan pada milenium ke-2 SM. Kalender yang lebih lengkap ditetapkan pada tahun 841 SM pada zaman Dinasti Zhōu dengan menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama setiap tahun dimulai dekat dengan titik balik Matahari pada musim dingin.

Dinasti Qin

Kalender Sìfēn (4 triwulan), yang mulai diterapkan sekitar tahun 484 SM, adalah kalender Tionghoa pertama yang memakai perhitungan lebih akurat, menggunakan penanggalan matahari 365,25 hari, dengan siklus 19 tahun (235 bulan), yang dalam ilmu pengetahuan Barat dikenal sebagai Peredaran Metonik.

Titik balik matahari musim dingin adalah bulan pertamanya dan bulan gandanya disisipkan mengikuti bulan ke-12.

Pada tahun 256 SM, kalender ini mulai digunakan oleh negara Qín, kemudian diterapkan di seluruh negeri Tiongkok setelah Qín mengambil alih keseluruhan negeri Tiongkok dan menjadi Dinasti Qín. Kalender ini tetap digunakan sepanjang separuh pertama Dinasti Hàn Barat.

Dinasti Han

Kaisar Wǔ dari Dinasti Han Barat memperkenalkan reformasi kalender baru.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved