Ratusan Pelayat Antar Aswandi ke Pemakaman, Lukman Sebut Sang Ayah 3 Tahun Miliki Sejumlah Penyakit

Tutup usia di umur 63 tahun, seperti yang di ketahui almarhum merupakan akademisi dan tokoh pendidikan asal Kalimantan Barat, Indonesia. 

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ratusan pelayat yang menghantar jenazah Dr. Aswandi di tempat pemakaman umum di kawasan di Jl. Danau Sentarum kota Pontianak, Minggu, 23 Januari 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Telah berpulang seorang tokoh pendidikan Kalimantan Barat, Dr. Aswandi M.Pd, pada Sabtu 22 Januari 2022, pukul 17.42. 

Rumah duka yang berada di gg. Majid 3 penuh dengan suasana haru, ratusan orang datang untuk melayat dan memberikan doa. Di makamkan pada hari Minggu, 23 Januari 2022, pukul 09.00 WIB, di pemakaman Jl. Danau Sentarum dan di hadiri oleh ratusan orang. 

Tutup usia di umur 63 tahun, seperti yang di ketahui almarhum merupakan akademisi dan tokoh pendidikan asal Kalimantan Barat, Indonesia. 

Pejuang Pendidikan Kalbar Aswandi Wafat, Rahmat Harap Doa Seluruh Masyarakat Kalbar untuk Ayahnya

Selain itu, ia merupakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Tanjung Pura Pontianak untuk Periode 2014 - 2019, ia juga penulis yang aktif tampil di berbagai kolom surat kabar.

Lahir pada 13 Mei 1958 di sambas, Dr. Aswandi memulai karier sebagai guru di salah satu SD Negeri di Pontianak (1978 – 1986) juga sebagai guru di SMP-PGRI di Pontianak (1980 – 1986). 

Kemudian pada 1986 ia diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura(Untan) sebagai dosen hingga saat ini. 

Selain menjadi dosen di Untan, ia juga tercatat pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi lain, di antaranya menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Pontianak (2001- 2006) dan STKIP PGRI Pontianak (2001 – 2006).

Sementara itu, Anak pertama Dr. Aswandi, Lukmanulhakim, menceritakan, bahwa sang ayah memang memiliki beberapa penyakit sejak tiga tahun belakangan. 

“Ya jadi sebelumnya, memang ada sakit, beliau sebenarnya sudah ada sakit dari diabet kemudian jantung juga dan yang lainnya alhamdulillah normal. Pertama hari senin ya, tanggal 17 itu, gula darah beliau sempat drop ke 38 darahnya,” jelasnya, Minggu, 23 Januari 2022.

Ia menambahkan, dari hasil lab, ginjal dari Almarhum Dr. Aswandi memiliki masalah. 

“Sempat drop dan tidak sadar, kemudian sempat di tingkatkan darahnya, alhamdulillah empat hari beliau sudah sadar, kemudian dari hasil lab, menunjukan ternyata beliau di ginjalnya yang bermasalah,” ujarnya. 

“Tapi beliau ingin pulang terlebih dahulu, akhirnya sesampai di rumah, sempat menginap satu malam dirumah, kondisi beliau juga sedang agak kurang sehat  dan tidak stabil,” ucapnya.

Lukman menuturkan sebelum sempat melakukan cuci darah sang ayah meninggal pada Hari, Sabtu, 22 Januari 2022, pukul 17.42 WIB.

“Besoknya, akhirnya di hari Jumat, kami membawa beliau ke rumah sakit Soedarso, untuk melakukan pengobatan pemeriksaan ginjalnya juga, dan pemeriksaan darah yang lain. Alhamdulillah semuanya normal, tapi ginjalnya yang memang bermasalah,” tuturnya.

“Sehingga kemarin sempat sadar beberapa saat, dan kemudian meninggal, sebelum sempat menjalankan cuci darah, meninggal di pukul 17.42 WIB,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved