Manfaat Omeprazole Kombinas Ranitidin untuk Gerd Kronis atau Asam Lambung hingga Bikin Sesak
Penderita asam lambung atau gerd dapat dipastikan mereka merupakan penderita maag yang tidak ditangani atau diobati.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mengidap penyakit lambung memang tidak boleh diremehkan.
Seperti maag, asam lambung atau gerd karena dapat berakibat fatal.
Tak jarang orang sampai meninggal dunia jika terkena asam lambung sehingga perlu segera ditangani.
Untuk tahap awal asam lambung atau gerd memang tidak berbahaya sebab bisa pula sembuh dengan sendirinya.
Meski begitu ketika asam lambung kambuh, gejala yang ditimbulkan akan membuat si penderita tersiksa.
Mulai nyeri ulu hati, heartburn, nyeri dada bahkan hingga sesak nafas, gejalanya hampir seperti jantung koroner.
Penderita asam lambung atau gerd dapat dipastikan mereka merupakan penderita maag yang tidak ditangani atau diobati.
Untuk penanganan asam lambung kronis bisa sampai melalui metode operasi.
Tapi pula obat-obatan yang direkemondasikan untuk mengatasi penyakit gerd / asam lambung atau maag di apotek.
• Pete untuk Gerd atau Asam Lambung ! Cek Cara Alami Atasi GERD dan MAAG Tanpa Obat
Seperti Omeprazole 20 mg yang dikombinasikan dengan Ranitidin jika sudah level kronis.
Omeprazole dan Ranitidin ini sama-sama obat yang dijual di apotek tanpa resep dokter yang bisa diminum untuk penanganan Asam Lambung atau Maag kronis.
Manfaat Omprazole 20 mg
Omeprazole bermanfaat untuk meringankan gejala sakit maag dan heartburn yang ditimbulkan oleh penyakit asam lambung atau tukak lambung.
Obat ini juga membantu penyembuhan kerusakan pada jaringan lambung dan kerongkongan.
Obat Omeprazole ada beberapa jenis, seperti Omeprazole, Omeprazole sodium, Prilos, Ozid, dan Inhipump, Rocer, Pumpitor.
Golongannya merupakan obat asam lambung jenis penghambat pompa proton atau proton pump inhibitors (PPIs)
Manfaat Ranitidin
GERD yang sudah kronis, maka perlu adanya kombinasi Obat Omeprazole 20mg dengan Obat Ranitidin.
Ranitidin akan menghambat sekresi asam lambung berlebih.
Ranitidin dapat mengatasi tukak lambung, sakit maag, penyakit refluks asam lambung (GERD), dan sindrom Zollinger-Ellison.
Cara Minum Omeprazole dan Ranitidin
Omeprazole
- Omeprazole diminum sehari sekali pada pagi hari.
- Obat ini tidak menyebabkan sakit perut, sehingga dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
- Dokter menganjurkan omeprazole untuk diminum 2 kali sehari, pada pagi dan sore
Dosis
- Dosis: 20-40 mg per hari penyakit asam lambung (GERD)
- Dosis: 20-40 mg per hari, selama 4 sampai 8 minggu Tukak lambung
Ranitidin
- Diminum sebelum atau sesudah makan.
- Diminum sebanyak 1 atau 2 kali sehari.
Dosis
- 75 mg satu kali sehari, dikonsumsi 30 – 60 menit sebelum makan (maag).
- 150 mg dua kali per hari (GERD dan tukak lambung).
- 150 mg dua kali sehari atau 300 mg satu kali sehari (tukak usus).
Dianjurkan dalam penggunaan kombinasi Omeprazole dan Ranitidin ini berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu agar mendapatkan dosis yang tepat.
Efek Samping Omeprazole
- Diare
- Mual dan muntah
- Pusing dan sakit kepala
- Bercak merah pada kulit
Efek Samping Ranitidin
- Konstipasi maupun diare
- Lelah dan nyeri otot
- Mual dan muntah
- Pusing
- Insomnia
(*)