Breaking News

Pemimpin Rakyat Aceh dan Ternate yang Melakukan Perlawanan? Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD

Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan terus-menerus.

Editor: Zulkifli
freepik.com
Ilusrasi - Soal dan jawaban Buku Tematik SD MI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemimpin rakyat Aceh dan Ternate yang melakukan perlawanan?

Soal tersebut merupakan materi belajar yang terdapat dalam tema 7 kelas 5 SD.

Ada banyak materi belajar yang mana pada materi kali ini berfokus pada sistem tanam paksa pada masa kolonial Belanda.

Untuk lebih jelasnya simaklah kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 32 33 34 35 tentang Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

Pertanyaan dan soal halaman ini ini merupakan materi Pembelajaran 3, Subtema 1 tentang Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

Kunci jawaban ini dirangkum TribunPadang.com dari berbagai sumber untuk orang tua atau wali murid dalam membimbing ataupun mengkoreksi pelajaran anaknya.

Dari Bahasa Apakah Istilah Pancasila? Apakah Artinya?, Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5SD

Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa. Di Sumatra Barat, sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847. Saat itu, penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Sistem yang hampir sama juga dilaksanakan di tempat lain seperti Minahasa, Lampung, dan Palembang. Kopi merupakan tanaman utama di Sumatra Barat dan Minahasa. Adapun lada merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang. Di Minahasa, kebijakan yang sama kemudian juga berlaku pada tanaman kelapa.

Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.

1. Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya subur.

2. Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor sehingga banyak yang tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.

3. Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.

4. Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan terus-menerus.

5. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat ternyata tidak dikembalikan kepada rakyat.

6. Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat/ petani.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved