Pemkab Kapuas Hulu Kesulitan Pindahkan Pedagang ke Pasar Dogom Permai Putussibau, Ini Penyebabnya

Namun kami sudah berusaha untuk mempertahankan agar pedagang tetap berada berjualan di dalam pasar dogom permai Putussibau tersebut

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Kondisi pasar Dogom Permai Putussibau, Kapuas Hulu, Kalbar, saat ini sepi dari penjualan, karena pedagang lebih memilih dari luar pasar Dogom tersebut, Senin 17 Januari 2022.   

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menyikapi kondisi Pasar Dogom Permai Putussibau, Kapuas Hulu, Kalbar, sepi dari penjual atau pedagang, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kapuas Hulu, Abang Chairul Saleh menyatakan, untuk menertibkan pedagang di pasar pagi Putussibau umumnya, memang tidak mudah.

"Namun kami sudah berusaha untuk mempertahankan agar pedagang tetap berada berjualan di dalam pasar dogom permai Putussibau tersebut," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 18 Januari 2022.

Dijelaskan juga bahwa, dengan alasan tersendiri para pedagang lebih memilih berjualan di luar, dan di halaman Pasar Dogom Permai itu sendiri.

"Namun kami masih berusaha agar suatu saat pedagang bisa menempati kembali pasar dogom permai," ucapnya.

Bupati Kapuas Hulu Akan Tata Pasar Dogom Permai Secara Bertahap Agar Beri Kenyamanan untuk Pedagang

Sedangkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh pihaknya, dilakukan pada saat pedagang menempati pasar dogom permai, setiap hari pengunjung sekitar 250 - 400 orang yang berbelanja di pasar dogom permai. 

"Mudah-mudahan kondisi saat ini bisa kembali normal sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga pasar Dogom Permai Putussibau kembali berfungsi sesuai dengan harapan," ungkapnya. 

Sementara itu alasan pedagang enggan berjualan di dalam pasar Dogom Permai Putussibau tersebut, diantaranya seorang pedagang yaitu, Budiansyah menyatakan bahwa, kalau dirinya tidak bisa berjualan di Pasar Dogom Permai Putussibau karena sepi pembeli.

"Juga kalau kami lihat masih ada pedagang lain yang berjualan di luar pasar Dogom, dan dipastikan pembeli lebih banyak beli di luar ketimbang ke dalam," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Ia mengakui sekitar dua pekan berjualan di dalam pasar Dogom Permai Putussibau sepi pembeli, dimana pembeli lebih banyak membeli sayur di luar pasar.

"Sementara mereka yang jualan di luar pasar Dogom Permai Putussibau tidak ditertibkan," ungkapnya.

Pedagang sayur lainnya, Ijah, menyatakan kalau dirinya mendukung pemerintah agar Pasar Dogom Permai Putussibau, dijadikan pusat pasar di Putussibau, tapi masih banyak pedagang lainnya tidak mau pindah ke pasar Dogom Permai Putussibau tersebut.

"Kami yang sempat mengikuti arahan dari Pemerintah, dirugikan karena selama 2 Minggu saya jualan di pasar Dogom Permai Putussibau, betul-betul sepi pembeli, dan mau tak mau pindah ketempat lama di pasar pagi," ungkapnya.

[Update Berita Kapuas Hulu]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved