Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK Mengaku Mulai Merasa Diteror

Ubedilah menambahkan hal terpenting saat ini adalah fokus pelaporan kedua putra presiden ke KPK.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, kedua putra Presiden Joko Widodo saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu 27Agustus 2017. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelapor dua anak Jokowi ke KPK, Ubedilah Badrun merasa diteror.

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengatakan jika ia merasa diteror melalui ancaman di media sosial dan dialaminya sendiri beberapa hari terakhir.

Namun demikian, Ubedilah menanggapi santai perihal teror yang mengintainya.

Diketahui, Ubed sapaan akrabnya melaporkan dua putra presiden Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK pada 11 Januari 2022 terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Satu diantara aktivis 98 ini mengaku tetap fokus pada substansi pelaporan dugaan TPPU yang melibatkan Gibran Rakabumi dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Untuk sementara ini belum perlu. Nanti jika eskalasi teror makin terang dan membahayakan akan saya pertimbangan," kata Ubedillah kepada Tribunnews.com, Senin 17 Januari 2022.

Hasto Kristiyanto Duga Pelapor Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming ke KPK Terafiliasi Parpol

Ubedilah menambahkan hal terpenting saat ini adalah fokus pelaporan kedua putra presiden ke KPK.

Sebab, kedua putra presiden Jokowi itu diduga terlibat kasus TPPU dan KKN dengan petinggi Grup SM yang menjadi tersangka pembakaran lahan pada 2015 lalu.

"Akan saya pikirkan kalau soal teror itu. Saya saat ini lebih fokus ke substansi pelaporan yang di KPK agar serius menangani keterlibatan kedua presiden atas dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan PT SM," imbuhnya.

Adapun bentuk teror psikologis yang dialami Badrun diantaranya kontak yang tak dikenalinya kerap menghubungi dia hingga ada orang tak dikenal yang diduga mengintai kediamannya.

"Kontak yang tidak dikenal memang ada yang menghubungi saya di malam hari, saya tidak pernah mengangkatnya. Semoga bukan dalam rangka meneror," pungkasnya.

Viral Twitter Hari Ini KPKTakutGibranKaesang dan DukungUbedilahBadrun, Segera Cek Apa Masalahnya?

Profil Ubed

Dikutip dari Tribunnewswiki.com, Ubedilah Badrun selama ini dikenal juga sebagai pengamat isu sosial dan politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Ubedilah Badrun lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 15 Maret 1972 dan dikenal sebagai aktivis reformasi 1998.

Dia adalah satu dari pendiri Komunitas Perhubungan Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) pada 23 Maret 1996 yang kemudian menjadi motor penting dalam gerakan reformasi 1998.

Berbeda dari tokoh aktivis lain yang kini memiliki jabatan di Partai Politik maupun DPR RI, Ubedilah Badrun selama ini lebih memilih jadi dosen dan penulis.

Selain itu Ubedilah Badrun juga kerap memberikan pandangan mengenai isu politik dan sosial dalam berbagai platform nasional seperti stasiun televisi, koran, radio dan media online lainnya.

Pada 2018 Ubedilah Badrun mengajar materi Pengantar Ilmu Politik, Sosiologi Politik, Ekonomi Politik, Budaya Politik dan Sistem Politik Indonesia pada program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ubedilah Badrun Mengaku Diteror di Media Sosial Tapi Belum Lapor ke Polisi

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved