Breaking News:

Dampak Pandemi Covid-19, Peminat Umroh dari Kalbar Masih Sepi di Awal Tahun 2022

Hal ini karena dari pemerintah Indonesia saat ini membatasi kuota jamaah yang akan menunaikan ibadah umroh, sejak pintu umroh dibuka kembali.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
Tribunnews.com
Ka'bah sebagai lokasi pelaksanaan ibadah haji dan umroh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejak memasuki akhir tahun 2021, Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan kembali jamaah asal Indonesia untuk menunaikan ibadah umroh ke Arab Saudi, namun demikian hingga pekan kedua tahun 2022 ini peminat jamaah umroh dari Kalbar masih belum terlalu banyak.

Hal ini disampaikan oleh Akhmad Kholil Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia yang juga merupakan Ketua Forum Perjalanan Haji dan Umroh (FPIU) Kalbar.

''sudah mulai ya memang ada yang mendaftar, tetapi masih belum banyak, karena karena kan ada syarat karantina yang harus ditanggung oleh jemaah, dan itu menambah biaya yang cukup lumayan," ujarnya, Sabtu 15 Januari 2022.

Setiap jamaah yang menunaikan ibadah Umroh, dikatakannya harus menjalani 3 tahap Karantina di masa Pandemi ini, yakni Karantina sebelum keberangkatan ke Arab Saudi di Jakarta, Karantina ketika tiba di Arab Saudi, kemudian karantina kembali ketika tiba di Indonesia setelah menunaikan ibadah umroh.

Travel Umroh Kalimantan Barat Akan Berangkatkan Jamaah Umroh Februari Mendatang

''karantina yang pertama 1x24 jam, lalu di arab saudi 5x24 jam, dan setibanya di Indonesia kembali harus karantina 7 x 24 jam, dan itu yang sedikit berat,''ungkap Akhmad kholil Kholil.

Dengan tiga kali karantina dengan jumlah mencapai 13 hari, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh jamaah yang hendak menunaikan ibadah umroh bertambah mencapai 9 hingga 11 juta, dan itu masih dapat berubah.

"kisaran saat ini yang termurah saat ini ada diangka 36 juta rupiah, dan yang tertinggi bisa sampai 42 - 45 juta, dan itu harganya sama dengan umroh plus saat sebelum pandemi,'' katanya.

Umroh yang dilaksanakan saat ini, dikatakannya dilaksanakan secara gotong royong oleh para pelaku usaha, karena diakuinya berat bila menjalankan usaha ini tidak bersama - sama lainnya.

Hal ini karena dari pemerintah Indonesia saat ini membatasi kuota jamaah yang akan menunaikan ibadah umroh, sejak pintu umroh dibuka kembali.

Dalam sehari pemerintah membatasi hanya memberangkatkan sebanyak 1.400 jamaah dari seluruh Indonesia dengan sistem satu pintu, yakni hanya melalui Jakarta.

'sekarang kan satu pintu, ke Jakarta semua dan sehari hanya 1.400 jamaah sahari, nanti baru di evaluasi, kalau bagus mungkin akan dibuka diberbagai kota, dan dari Kalbar belum ada, kalau dari Travel saya Inshaa Allah bulan februari baru mulai bergerak,'' terangnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved