Asal Warna dan Cahaya Matahari, Benarkah Bewarna Putih?
Pada setiap ilustrasi, lukisan, dan sebagainya, Matahari pun kerap digambarkan dengan warna kuning yang cerah dan bercahaya.
Frekuensi radiasi maksimum ini diatur oleh suhu permukaan Matahari, yakni sekitar 5.800K.
Suhu permukaan yang lebih tinggi akan menghasilkan panjang gelombang maksimum yang lebih pendek dan Matahari mungkin mencapai puncaknya di bagian spektrum biru atau ungu.
Suhu permukaan yang lebih rendah dan spektrum Matahari mungkin mencapai puncaknya di bagian spektrum yang berwarna kuning atau oranye atau bahkan merah.
• Saksikan Link Streaming Gerhana Matahari Total, Fenomena 7 Daerah Antartika Hari Ini 4 Desember
Selanjutnya, untuk mengetahui warna Matahari juga bisa dengan menghitung spektral lain dari Matahari, fluks foton.
Jika menggunakan hubungan yang ditemukan oleh Max Planck, E = hf (yaitu Energi = Konstanta Planck dikalikan Frekuensi) dan mengubah radiasi Matahari menjadi jumlah foton, tanda spektral pada panjang gelombang yang terlihat jauh lebih datar dan Matahari dianggap lebih kuning.
Sementara itu, jika berada di atas atmosfer, misalnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan melihat Matahari, ia akan tampak putih.
Pasalnya, meskipun Matahari memancarkan paling kuat di bagian hijau dari spektrum, ia juga memancarkan dengan kuat di semua warna yang terlihat, yakni merah hingga biru (400nm hingga 600nm).
Mata manusia yang memiliki tiga reseptor sel kerucut warna, melaporkan ke otak bahwa setiap reseptor warna benar-benar jenuh dengan warna signifikan yang diterima pada semua panjang gelombang yang terlihat.
Otak manusia kemudian mengintegrasikan sinyal-sinyal ini ke dalam warna putih yang dirasakan.
Di Bumi, atmosfer juga berperan dalam warna matahari. Ini karena cahaya biru dengan panjang gelombang lebih pendek dihamburkan lebih efisien daripada cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang.
Akhirnya, manusia tidak bisa melihat sebagian rona biru matahari saat sinar matahari melewati atmosfer.
Selain itu, semua panjang gelombang cahaya tampak yang melewati atmosfer Bumi dilemahkan sehingga cahaya yang mencapai mata tidak segera menjenuhkan reseptor kerucut.
• Gerhana Matahari 4 Desember 2021 Akan Terjadi Kembali pada 15 Desember 2039 dan 26 Desember 2057
Hal ini memungkinkan otak untuk mempersepsikan warna dari gambar dengan biru-kuning.
Tentu saja, ketika sinar Matahari melewati banyak atmosfer, seperti Matahari terbit dan terbenam, lebih banyak cahaya biru yang tersebar dan persentase yang jauh lebih besar dari cahaya dengan panjang gelombang terpanjang (merah) sampai ke mata.
Jadi, dengan perhitungan tersebut, tidak ada jawaban sederhana untuk pertanyaan ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Warna Matahari yang Sebenarnya?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/matahari-sebagai-sumber-energi-panas-paling-besar-di-bumi.jpg)