Breaking News:

Pemerintah Buka Keberangkatan Ibadah Umrah, Travel di Kalbar Berangkatkan Jemaah Umrah Februari

Raffly menyampaikan, akan memberangkatkan umrah untuk tiga rombongan, yang jumlahnya 90 sampai 120 orang.

Editor: Jamadin
Sky News
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keran ibadah umrah kembali dibuka oleh pemerintah. Tentunya kabat ini disambut gembira oleh Travel Umrah di Kalbar. Karena, hal ini sudah melalui penantian panjang sehingga kebijakan ini direspons positif.

Branch Manager Travel Haji Mabrur Barokah (HMB) Kalbar, Rafli Maulana, mengatakan persiapan travel mengenai diizinkannya penyelengaraan umrah sudah panjang.

“Untuk diperbolehkannya ibadah umrah, persiapan travel tentunya sudah panjang. Apalagi kami di HMB, ada tiga rombongan yang keberangkatannya tertunda. Dimana keberangkatan terakhir itu pada Februari 2020,” jelasnya, Jumat 7 Januari 2022.

Rafli menuturkan, bahwa jemaah yang mengikuti travelnya sabar menunggu selama dua tahun, karena pandemi Covid-19. “Sudah dua tahun kita off, tapi alhamdulillah dari pihak jamaah sabar menunggu, karena inikan bukan salah kami, inikan musibah, alhamdulillah mereka sabar menunggu,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari pihak travel HMB akan memberangkatkan jamaah di awal bulan Februari 2022. “Kalau kami insyaallah awal Februari, akan memberangkatkan jemaah yang sempat tertunda. Karena untuk pengurusan berkas di masa sekarang ini lebih kompleks dan tidak bisa mendadak, terutama paspor jemaah, vaksinnya mau kita cek, persiapan manasik,” ucapnya.

Ongkos Pergi Umrah 2022 - Minimal Rp 28 Juta Per Jemaah, Belum Termasuk Biaya PCR dan Karantina

Ia menambahkan, “Manasik tahun ini berbeda dari tahun sebelum adanya Covid. Kita harus mentaati peraturan yang sudah ditetapkan, terutama dari Pemerintah Arab Saudi.”

Raffly menyampaikan, akan memberangkatkan umrah untuk tiga rombongan, yang jumlahnya 90 sampai 120 orang.

“Satu rombongan itu bisa mencapai 30-40 orang. Jadi untuk tiga rombongan sekiranya 90 sampai 120 orang yang akan berangkat awal Februari nanti. Untuk biayanya bervariasi. Hal ini menyesuaikan dari hotel yang digunakan, catering, dan sebagainya. Kalau dilihat dari harga travel lain termasuk kami, itu kisaran Rp 35 juta sampai Rp 40 juta plus karantina,” ungkap nya.

Rafli mengungkapkan, jika tidak ada karantina harganya bisa di bawah Rp 30 juta. “Kalau tidak pakai karantina, mungkin masih bisa di angka Rp 28 juta sampai Rp 29 juta. Karena kita menggunakan karantina, tujuh hari itu kalau kami hitung-hitung bisa mencapai Rp 35 juta sampai Rp 40 juta. Tergantung jenis vaksin juga, untuk Sinovac dan Sinovam itu ada penambahan biya, karena ada penambahan tiga hari karantina, penambahan biaya itu untuk kamar khusus, petugas hotelnya harus menggunakan APBD, pengecekan dokter dan PCR,” pungkasnya.

Beberapa warga Kalbar telah mengurus paspor untuk keberangkatan ibadah umrah ke tanah suci Makkah, Arab Saudi. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas Hulu, Syahrul, mengungkapkan sudah ada empat warga Kapuas Hulu yang membuat paspor umrah. Persyaratan mengurus paspor memang harus ada rekomendasi dari Kemenag.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved