Kasus DBD Menurun, Dinkes Sintang Minta Masyarakat Tetap Waspada Terutama di Lingkungan Sekolah
“Perlu diperhatikan kasus deman berdarah, terutama pada anak yang sudah mulai masuk sekolah. Apalagi, sekolahnya bekas terendam banjir,” kata Sinto, K
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Harysinto Linoh mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di lingkungan sekolah dan rumah pasca banjir.
Meski saat ini kasus DBD cenderung menurun, namun tetap harus diwaspadai, khususnya pada anak-anak sekolah.
“Perlu diperhatikan kasus deman berdarah, terutama pada anak yang sudah mulai masuk sekolah. Apalagi, sekolahnya bekas terendam banjir,” kata Sinto, Kamis 6 Januari 2021.
Meski banjir sudah selesai, namun saat ini masyarakat dan pemerintah masih melakukan proses pemulihan pasca banjir.
Beberapa pelayanan khusus kesehatan masyarakat, di Puskemas Sungai Durian, misalnya, juga menyediakan layanan konseling psikologi untuk mendampingi warga terdampak banjir.
• Ciri ciri DBD pada Bayi dan Orang Dewasa yang Disebabkan Virus Dengue dari Nyamuk Aedes
“Banjir memang sudah selesai, tapi sekarang kita proses pemulihan pasca banjir. Beberapa masyarakat juga masih membersihkan rumah bekas banjir, walaupun sudah selesai, bau-bau banjir masih ada. Mudah mudahan tidak ada lagi banjir,” ungkap Sinto.
Awal pasca banjir, tercatat ada 80 kasus DBD. Jumlah kasus semakin menurun. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada.
“Awal-awal pasca banjir kasus DBD jumlahnya 80 kasus, tapi sekarang sudah mulai menurun tidak meningkat lagi. Kasus diare aman, kasus penyakit kulit pasca banjir tidak teralu banyak semua bisa terkendali. Yang perlu diperhatikan kasus demam berdarah, terutama sekolah yang sudah mulai masuk, apalagi sekolah bekas terendam banjir, jadi nyamuk masih banyak di lingkungan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan melalui Puskesmas sudah melakukan upaya pencegahan, dengan upaya fogging, termasuk di lingkungan sekolah.
“Kita sudah melakukan fogging untuk sekolah sebagai antisiapsi, melalui puskemas. Mudah-mudahan kalau ada bantuan berupa alat fogging, atau mungkin loutin, minyak serai untuk anak sekolah, supaya mereka sebelum masuk sekolah dikasih minyak serai,” harap Sinto. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)