Nelayan di Ketapang Keluhkan Kelangkaan dan Tingginya Harga Solar, Minta Solusi ke Pemerintah

"Kalau untuk langkah nya solar sudah sejak empat bulan terakhir. Kalau ada pun harga nya sangat mahal," kata salah satu nelayan asal Sukabangun

Tayang:
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok nelayan Sukabangun
Kapal para nelayan di Sukabangun, Kabupaten Ketapang. Foto nelayan Sukabangun. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kelangkaan bahan bakar serta tingginya harga yang jauh dari harga subsidi dari pemerintah membuat para nelayan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mengeluh.

Bahkan kelangkaan solar yang menjadi bahan bakar untuk kapal para nelayan melaut, sudah dirasakan sejak lama yakni sejak empat bulan terakakhir.

"Kalau untuk langkah nya solar sudah sejak empat bulan terakhir. Kalau ada pun harga nya sangat mahal," kata salah satu nelayan asal Sukabangun, Ardi (35) Rabu 5 Januari 2022.

Menurut Ardi, kelangkaan yang terjadi dikarenakan stok bahan bakar di SPBU khusus nelayan (SPBN) terbatas.

Pejabat Disdik Ketapang yang Diduga Terlibat Dalam Temuan BPKP Rp 3,9 M Diminta untuk Dicopot

Sehingga perlu dibagi-bagi, dan mengakibatkan semakin sulit untuk mendapatkan solar dengan harga subsidi.

"Kalau di SPBN itu tidak bisa beli perorangan harus perkelompok atau oleh agen-agen. Kita yang tidak memiliki kelompok terpaksa beli ke agen tersebut," ungkap Ardi.

Ardi menjelaskan, saat ini harga solar per 20 liter dipatok dengan harga Rp 170 ribu jika beli di agen. Sedangkan biasanya harga per 20 liter itu dipatok dengan harga Rp 140 ribu.

"Itu kalau dibeli di agen sangat mahal. Kalau subsidi kan hanya Rp 120 ribu per 20 liter. Kalau perliter nya ya Rp 6ribuan," ungkapnya.

Untuk itu, Ardi berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian oleh pemerintah dan instansi terkait.

Ia juga meminta pemerintah segera mencari solusi dan mengambil langkah cepat agar situasi kelangkaan maupun tingginya harga bahan bakar untuk mereka melaut dapat teratasi.

"Kita ini bekerja sudah sulit. Malah sekarang ditambah sulit lagi dengan tingginya harga solar. Tolong lah pemerintah perhatikan kondisi kami," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved