Gejala Pasien Omicron Pertama Asal Jatim Terdeteksi Usai Lakukan Perjalanan 5 Hari ke Bali

Saat berada di Bali kedua pasien tersebut melakukan perjalanan selama 5 hari dari tanggal 20 hingga 25 Dember 2021.

Editor: Madrosid
AFP
Dari 74 sampel itu, ditemuukan satu kasus varian Omicron berasal dari seorang pelajar asing berusia 19 tahun. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dua pasien asal Surabaya berinisial TYC dan SJJ terdeteksi Positif Corona Varian Omicron.

Sebelum terdeteksi terinfeksi omicron kedua pasien yang merupakan suami istri ini melakukan perjalanan ke Bali menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali melacak siapa saja yang telah melakukan kontak dengan pasien Covid-19 varian Omicron asal Jawa Timur.

Saat berada di Bali kedua pasien tersebut melakukan perjalanan selama 5 hari dari tanggal 20 hingga 25 Dember 2021.

Pasien Omicron pertama asal Jawa Timur yang merupakan warga Surabaya diketahui terinfeksi Covid-19 varian Omicron setelah pulang dari Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengaku sudah menerjunkan tim ke lokasi tempat pasien itu menginap selama di Bali.

"Sudah dilakukan tracing pada kontak erat di tempat menginap dan besok dilanjutkan dengan swab PCR," kata Suarjaya saat dihubungi Kompas.com, Minggu 2 Januari 2022.

Keluhan Pasien

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyonno mengatakan pasien omicron berinisial TYC itu mengalami keluhan pada tenggorokan.

Kemudian bersama istrinya melakukan swab dan dinyatakan positif COVID-19 varian Omicron.

"Pasien ini mengalami keluhan pada tenggorokan yaitu merasakan seperti ada lendir," kata Erwin dalam keterangannya, Senin 3 Januari 2022.

Saat ini kedua pasien Omicron ini sudah dirawat di rumah sakit dan kondisinya stabil dan baik-baik saja.

Perjalanan ke Bali

Suarjaya menjelaskan, berdasarkan data yang diterimanya, warga Surabaya yang terinfeksi varian B.1.1.529 atau Omicron itu merupakan wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali.

Warga Surabaya itu datang ke Bali menggunakan jalur darat dan berkunjung ke sejumlah tempat di Pulau Dewata selama 5 hari dari tanggal 20 hingga 25 Desember 2021.

Selama berlibur di Bali, wisatawan itu bermalam di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Omicron

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtom

"Wisatawan domestik dari Surabaya. Dia (lewat) darat, pakai mobil pribadi dari Surabaya, dia menginap di daerah Sawangan Nusa Dua," kata Suarjaya.

Suarjaya memastikan, seluruh tempat yang pernah dikunjungi oleh wisatawan tersebut akan dilacak. Orang-orang yang kontak erat dengannya akan dilakukan tes usap PCR.

Saat ini, pihaknya fokus terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat di tempat wisatawan itu menginap. Kendati begitu, Suarjaya belum merinci jumlah orang yang kontak erat dengan pasien tersebut.

"Jumlahnya (yang kontak erat) saya tidak hafal, tapi tim Dinkes sudah ke lokasi (hotel) dan besok di swab PCR," katanya.

Seluruh sampel dari hasil swab PCR itu akan dikirim langsung ke laboratorium Litbang Kesehatan Kemenkes RI untuk diteliti jenis varian Covid-19.

"(Dikirim) ke Litbangkes, karena yang kasus ini (warga Surabaya) sudah Omicrom kan," tuturnya.

Sementara itu, untuk tracing di tempat-tempat wisata yang pernah dikunjungi pasien positif Omicron itu, Suarjaya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Jawa Timur termasuk dengan pasien tersebut terkait tempat wisata mana saja yang dikunjungi selama di Bali.

"Dia lupa kemana dan sama siapa saja, yang jelas dia sempat jalan-jalan ke beberapa tempat tapi dia tidak ingat dengan siapa saja bertemu," kata Suarjaya.

"Ke obyek-obyek wisata dia bilang. tapi karena dia sekarang lagi dirawat di rumah sakit, agak susah juga dikontak," lanjutnya.

Karenanya, Suarjaya mengaku sedikit kesulitan melacak kemana saja pasien tersebut selama di Bali.

"Dia cuma bilang (ke) tempat wisata, dia tidak merinci dan dia juga tidak tahu siapa yang ditemui, kan tidak kenal. Ini yang agak merepotkan. Tapi dia bilang sudah memakai aplikasi PeduliLindungi," jelasnya.

Pihaknya mengimbau warga yang berada di Bali untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Apabila merasakan gejala Covid-19, dia meminta untuk sesegera mungkin melapor ke Satgas Covid-19 terdekat.

"Sekarang (kasus Covid-19 di Bali) masih landai, semoga tidak ada lonjakan kasus," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Omicron Jatim Menginap dan Berwisata di Bali, Dinkes Bali Lacak Kontak Erat".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved