Gubernur Sutarmidji Harap Pelabuhan Internasional Kijing Segera Diresmikan

Lebih lanjut ia meminta kepada pihak pengembang yaitu PT Pelindo untuk membangun tanki timbun yang diperuntukkan untuk keperluan ekspor CPO.

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meninjau pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Selasa 28 Desember 2021.// Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Mempawah, Selasa 28 Desember 2021.

Kunjungan kerja Gubernur Kalbar di Kabupaten Mempawah disambut langsung oleh Bupati Mempawah, Erlina, beserta jajaran Forkopimda.

Sorotan utama kunjungan kerja Gubernur Kalbar ke Kabupaten Mempawah yakni meninjau mega proyek strategis nasional, yakni Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit.

Pada tinjauannya di Pelabuhan Internasional Kijing, Sutarmidji mengatakan bahwa pengerjaan Pelabuhan sebenarnya ditargetkan selesai pada Februari 2022.

Targetkan Pelabuhan Internasional Kijing Selesai Mei 2022, Sutarmidji Ingin Peresmian oleh Presiden

Namun karena berbagai kondisi, beberapa waktu lalu sempat terkena musibah akhirnya untuk menyelesaikan Pelabuhan Kijing ditargetkan pada Mei 2022.

“Akan tetapi perbaikan yang rusak itu hanya sedikit saja. Saya berharap segera bisa diresmikan,”ucapnya, Rabu 29 Desember 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Sutarmidji berharap Pelabuhan Internasional Kijing dapat segera diresmikan.

Dengan telah diresmikannya Pelabuhan Kijing, nantinya akan menghidupkan perekonomian di sekitarnya.

“Yang jelas perekonomian akan hidup disini. Pemkab Mempawah harus menangkap kesempatan tersebut, seperti halnya air bersih, kawasan pergudangan, penginapan maupun kos dan sebagainya, ini merupakan pemicu pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” ujarnya, Rabu 29 Desember 2021.

Lebih lanjut ia meminta kepada pihak pengembang yaitu PT Pelindo untuk membangun tanki timbun yang diperuntukkan untuk keperluan ekspor CPO.

“Tanki timbun sudah harus ada, karena Pelabuhan Kijing nantinya sebagai pintu keluar ekspor CPO yang merupakan ekspor utama Provinsi Kalbar, 4 sampai 5 juta ton pertahun. Pembuatan tanki timbun nantinya berfungsi agar tidak mengganggu jembatan menuju dermaga Pelabuhan Kijing, mengingat beban bergerak yang sangat besar,” terang Sutarmidji. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved