Mengapa Umat Kristiani Merayakan Natal & Apa Makna Natal yang Sesungguhnya?
Hari Natal atau Christmas Day diperingati setiap tanggal 25 Desember. Hari Natal diyakini oleh umat Kristiani sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.
Kemudian, pada abad pertengahan, orang Eropa menciptakan beberapa kebiasaan Natal yang dikenal hingga saat ini.
Di Strasbourg, terdapat pohon cemara berhiaskan apel muncul di rumah-rumah.
Selama abad ke-17 dan ke-18, orang-orang mulai memberikan hadiah sebagai simbol kedatangan orang Majus di Betlehem dengan persembahan untuk bayi Yesus yang baru lahir.
Pada abad ke-19, karangan bunga cemara yang sarat dengan 24 lilin yang mewakili 24 hari sebelum Natal kemudian dikurangi menjadi empat lilin yang jauh lebih aman.
• Link Jadwal Misa Malam Natal Online dan Tatap Muka Keuskupan Agung Pontianak Jumat 24 Desember 2021
Akhirnya, tradisi Hari Natal menyebar ke luar Eropa, ke Amerika Latin dan Amerika Utara serta tempat-tempat lain di seluruh dunia.
Tradisi Natal
1. Pemberian hadiah
Di sebagian besar negara di dunia, hadiah diberikan kepada teman dan orang yang dicintai, melambangkan persembahan asli oleh orang Majus berupa emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus.
2. Peragaan Natal
Selama beberapa hari menjelang Natal di Meksiko, ada peragaan ulang Maria dan Joseph yang panik mencari penginapan tempat bayi Yesus dilahirkan.
Pada Hari Natal, anak-anak bergiliran memukul piñata yang diisi dengan mainan kecil dan permen liburan.
3. Lagu-lagu Natal diputar
Menyanyikan lagu-lagu Natal pada Malam Natal dan Hari Natal melibatkan kelompok penyanyi jalanan hingga berpakaian bernuansa riang.
Mereka akan menyanyikan lagu-lagu liburan di alun-alun kota, kawasan bisnis, atau di depan rumah pribadi.
Kapan Yesus lahir?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-natal-2021.jpg)