Jelang Nataru, Pemkab Melawi Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan Ekonomi Sosial Kemasyarakatan

Pemkab Melawi telah mengambil beberapa langkah serta siap bersinergi dengan Kepolisian Resort (Polres) Melawi dalam hal pengamanan.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok Humas Pemkab Melawi
Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral menjelang Perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dilaksanakan Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) bersama jajaran TNI-Polri di Ruang Convention Hall Kantor Bupati Melawi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Untuk menghadapi Perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi sudah melakukan beberapa kesiapan, satu diantaranya menerbitkan surat edaran Nomor 360/190/BPBD tentang Pembatasan Kegiatan Ekonomi Sosial Kemasyarakatan Kabupaten Melawi.

Sebelumnya, Pada Selasa 21 Desember 2021 Pemkab Melawi bersama Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) serta jajaran TNI-Polri sudah melaksanakan Rakor Lintas Sektoral menjelang Nataru.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa melalui sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Melawi, Drs Paulus menyampaikan bahwa dalam menghadapi Nataru.

Pemkab Melawi telah mengambil beberapa langkah serta siap bersinergi dengan Kepolisian Resort (Polres) Melawi dalam hal pengamanan.

Jelang Nataru, Pemkab Melawi Beri Larangan Cuti Bagi ASN, TNI-Polri dan Karyawan Swasta

"Menghadapi Nataru Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi telah mengambil sejumlah langkah dan siap mendukung langkah-langkah Polres Melawi dalam mengamankan kegiatan masyarakat pada Hari Raya Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022," ujarnya. Rabu 22 Desember 2021

Drs. Paulus menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Melawi juga telah menerbitkan Surat Edaran melalui Satgas Covid-19.

"Kita sudah terbitkan Surat Edaran Nomor 360/190/BPBD tentang Pembatasan Kegiatan Ekonomi Sosial Kemasyarakatan Kabupaten Melawi dalam Masa Pandemi Covid-19 dalam rangka Perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022," ungkapnya.

Sesuai surat edaran tersebut, dikatakan Drs. Paulus Pemkab telah diimbau untuk tidak boleh ada pesta kembang api, pawai, arak-arakan dan kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melaksanakan mudik atau pulang kampung dan melakukan perjalanan keluar kota selama Perayaan Nataru. Selain itu, bagi pelaku perjalanan diwajibkan untuk sudah menerima vaksin dosis pertama," paparnya

Untuk pelaksanaan ibadah, dijelaskan Drs. Paulus tetap dibuka dengan ketentuan kapasitas maksimal 50% serta fasilitas umum seperti alun-alun dan lapangan untuk sementara ditutup.

"Adapun untuk kafe, restoran, tempat makan dibuka dengan ketentuang pengunjung tidak lebih dari 50% kapasitas yang ada, pusat perbelanjaan dibuka dengan syarat pengunjung 50 persen dari kapasitas dengan mematuhi protokol kesehatan dan tutup paling lama pukul 22.00 WIB," tegasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Melawi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved