Breaking News:

Perayaan Natal 2021, Mgr Agustinus Agus Minta Pastor dan Panitia Koordinasi Satgas Covid

Mgr Agustinus Agus, mengatakan tentunya imam paroki yang merayakan perayaan Natal 2021 harus bekerjasama dengan gugus tugas

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak
Lintas Sektoral - Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menghadiri rapat lintas sektoral jelang Nataru, Rabu, 15 Desember 2021. 

Citizen Reporter
Oleh: Samuel | Staf Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PontiaNAK - Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, turut menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral guna meningkatkan Sinergitas dalam rangka mendukung dan pengamanan pelaksanaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di wilayah Kalbar yang aman di masa Pandemi Covid-19, pada Rabu 15 Desember 2021. Kegiatan tersebut digelar di ruang Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak.

Kegiatan yang diprakarsai Gubernur Kalbar H Sutarmidji SH MHum tersebut dihadari para kepala dinas terkait di Provinsi Kalbar, para bupati di wilayah Provinsi Kalbar, Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr R Sigid Tri Hardjanto, Waka Polda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin, Para Pejabat Utama Polda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, serta para tokoh agama di Wilayah Kalimantan Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut Mgr Agustinus Agus menyampaikan bahwa peran pemerintah dan aparat keamanan sangatlah dibutuhkan bagi umat beragama saat ini. Terlebih sebentar lagi seluruh dunia terutama umat Katolik akan serentak merayakan pekan Natal 2021 dan semua masyarakat Indonesia bahkan dunia juga akan merayakan tahun baru 2022.

Bagi Uskup Agustinus peran pemerintah dan jajaran aparat keamanan negara dalam hal ini menjadi tameng alias benteng paling depan dalam menertibkan perayaan tahunan ini.

Dalam sambutannya Mgr Agustinus Agus menyampaikan terutama dalam perayaan Natal yang akan dilaksanakan nanti terdapat dua hal. Yang pertama adalah ritual dan seremonial.

“Seremonial itu adalah perayaan jasmani sedangkan kegiatan ritual itulah yang merupakan semacam ungkapan nyata keimanan kita kepada Tuhan dengan berdoa pergi ke tempat, lokasi dan cara tertentu. Berangkat dari situ maka tidak mungkin semua gereja kita tutup,” kata Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus Agus mengisahkan setiap dalam pertemuan dengan umat selalu ia katakan: “Mati itu keharusan, tapi bunuh diri juga dosa. Walaupun mati itu keharusan, tapi kita juga tidak mau mati konyol maka kalau mati harapannya kita bisa masuk surga, maka untuk itulah keimanan kita jaga melalui ritual keagamaan yang tampak,” kata Uskup Agustinus.

Sebagai Magisterium Gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agus juga khawatir jika umat terus-menerus tidak masuk dalam gereja pelan-pelan juga bisa terkikis dan kehilangan keimanannya. Kemudian ini juga pasti akan berdampak yang besar bagi kehidupan orang lain.

Logika sama yang Uskup Agustinus sampaikan terkait dengan protokol kesehatan. Uskup Agustinus berharap para imam atau pastor di setiap paroki masing-masing serta panitia natal hendaknya mengkoordinasikan dengan gugus tugas atau Satgas protokol kesehatan covid-19 setempat untuk menjamin dan mendukung protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved