Legislator Pontianak Harap Pemerintah Mampu Mendeteksi Sejak Dini Agar Anak Tidak Putus Sekolah
Zulfydar juga mengharapkan kepada para orang tua anak atau siswae bis melaporkan kepada pihak sekolah atau guru.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ada beberapa anak yang dikabarkan di Kota Pontianak putus sekolah, saat ini pun Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah melakukan penelusuran terjadi data anak yang putus sekolah yang diakibatkan oleh dampak pandemi covid-19.
Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar mengharapkan agar pemerintah kota Pontianak bisa mendeteksi sejak dini sehingga tidak ada yang putus sekolah.
"Pemerintah Kota melalui Dinas terkait saya harapkan juga harus berpikir bagaimana supaya anak-anak tidak putus sekolah, karena pasti bukan karena mereka (anak) tidak ingin sekolah, tetapi karena keterbatasan mereka. Untuk itu kepada pemerintah saya berharap juga mampu mendeteksi hal ini, yang mana saja sekolah-sekolah yang memang menjadi persoalan," ujarnya.
• SMK Muhammadiyah 1 Kubu Raya Terbakar, Api Membakar 6 Kelas dan Ruang Kepala Sekolah Ludes
Kemudian, Zulfydar juga mengharapkan kepada para orang tua anak atau siswae bis melaporkan kepada pihak sekolah atau guru.
Bahkan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat, lanjutnya, diharapkan juga atau Disdikbud Pontianak membuka meja laporan untuk SD dan SMP.
Dirinya juga mengaku, memang pandemi covid-19 ini berdampak ke semua sektor termasuk pendidikan dan memang ucap Zulfydar, persoalan ini harus dihadapi bersama-sama untuk mencegah penyebaran covid-19 sehingga dampaknya tidak merembet kemana-mana.
"Dampak dari pandemi ini juga kepada anak-anak dan berdampak kepada kemampuan orang tua dalam mencari pendapatan sehari-hari yang sangat terbatas. Apalagi yang kita dengar juga belajar menggunakan daring yang membutuhkan biaya tambahan bagi anak. Sehun keterbatasan-keterbatasan ini bisa menjadi penyebab anak putus sekolah," ujarnya.
Pentingnya sektor pendidikan kata Zulfydar, lantaran menjadi harapan masa depan bagi sang anak. Selain itu juga, kata Sekretaris DPD Partai PAN Kalbar ini, karena sektor pendidikan juga termasuk pada salah satu indikator penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain kesehatan dan ekonomi.
"Ini salah satunya supaya kecerdasan itu diukur tidak hanya pada orang tua juga, tetapi belajar sejak dini mungkin," ujarnya.
Berkaitan dengan hal ini, maka kata dia, pemerintah memang sudah seharusnya memberikan fasilitas kepada anak untuk tatap bisa sekolah.
Kemudian, lanjut Zulfydar, jika karena penyebab keterbatasan anak atau keluarga sang anak sehingga tidak naik kelas. Maka hal itu tegasnya harus menjadi pertimbangan atau dipertimbangkan oleh pihak sekolah maupun pemerintah.
"Karena kita tidak tau juga nantinya, bisa jadi anak yang putus sekolah ini berjuang habis-habisan nanti sukses di kemudian hari . Maka negara harus memfasilitasi ini agar kota Pontianak sehat dari pendidikan dan nilai kejuangan Kota Pontianak untuk membangun Pontianak meningkat," jelasnya. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sulaaas.jpg)