Breaking News

Ontot Jelaskan Terkait Kesiapan Pemkab Sanggau Dalam Penanganan Bencana

Semuanya ini harus diinventarisasi secara baik. Seperti infrastruktur jalan, jembatan, kemudian juga terkait kesehatan, sekolah dan lain-lain.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok Diskominfo Sanggau
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat bincang spesial bersama Pemred Tribun Pontianak, Safruddin di studio Tribun Pontianak, Jumat 10 Desember 2021. Diskominfo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan terkait dengan pasca banjir di Kabupaten Sanggau, Pemda melakukan langkah akibat dari dampak banjir tersebut terhadap masyarakat.

"Pertama kita menginventarisasi juga setiap daerah terdampak banjir, seperti misalnya tingkat kesehatan masyarakat. Tentu sebelumnya kita juga mengevaluasi para pengungsi ini, tapi biasanya setelah banjir ini surut mereka juga pulang ke rumah masing-masing," katanya saat bincang spesial Lewat Tribun Pontianak Official Podcast (Tripon Cast), Jumat 10 Desember 2021.

Tentu tugas pemerintah berikutnya bagaimana melihat tingkat kesehatan mereka, lalu tempat pemukiman mereka setelah terdampak banjir itu. Kemudian juga terkait daerah-daerah pertanian, tingkat kerusakannya.

Selain itu juga terkait infrastruktur, karena akibat banjir juga infrastruktur bisa rusak.

Semuanya ini harus diinventarisasi secara baik. Seperti infrastruktur jalan, jembatan, kemudian juga terkait kesehatan, sekolah dan lain-lain.

Petugas Gabungan dari Forkopimcam Sanggau Ledo Tertibkan Pelajar Nongkrong Saat Jam Sekolah

"Ini harus segera kita inventarisasi, Sehingga untuk langkah-langkah berikutnya kita bisa melakukan perencanaan yang komprehensif untuk mengatasi ini semua," katanya.

Ontot menambahkan, tahun 2021 tepatnya di bulan Oktober hingga November banjir yang melanda Sanggau cukup lama dan lumayan parah. Karena ada siklusnya ini.

Enam Kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Kapuas, Jangkang, Mukok, Toba, Tayan Hilir, dan Meliau.

"Tapi pada umumnya wilayah-wilayah Kecamatan yang berada dipesisir sungai baik besar maupun kecil, diluar sungai Kapuas dan Sekayam, biasa terdampak. Cuman tidak menyeluruh, ada bagian-bagian dusun atau desa yang terkena dampak. Walaupun tingkat dampaknya tidak terlalu parah. Dan itu juga jadi perhatian pemerintah," ujarnya.

Ontot juga menjelaskan, bantuan yang yang terdampak banjir sangat luar biasa. Ontot mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi dan berbagai pihak, kemudian investor baik perkebunan maupun pertambangan, swasta, organisasi, serta masyarakat. dan untuk pemerintah Kabupaten tentu sudah sebagai kewajiban.

"Kalau saya lihat partisipasi masyarakat, kepedulian masyarakat terhadap sesama sangat luar biasa. Terkait bantuan tidak ada masalah, Cuman harus dikoordinir secara baik, Tentu harus data yang valid. Karena kita tak mau bantuan itu tersebar tidak merata, nanti ada yang 10 kali dapat dan ada yang satu kali," ujarnya.

Menurut Ontot, Penanganan banjir di Kabupaten Sanggau ini sangat baik. Koordinasi dari tingkat bawah sampai ke atas berjalan sangat bagus, Forkompinda juga sangat luar biasa termasuk juga OPD-OPD.

Berdasarkan evaluasi, kerusakan yang merata yakni pertanian terutama tanaman padi. Kemudian infrastruktur, Ada jalan yang longsor akibat curah hujan yang cukup lama, terutama diruas jalan nasional.

Kemudian, ada juga infrastruktur lainya, dan terkait rumah tentu akibat terendam inilah.

"Kita sedang menginventarisasi kerusakan-kerusakan seperti apa. dan mungkin langkah-langkah seperti apa, ini yang sedang kita evaluasi karena tidak semua juga kita bantu secara menyeluruh, Terkait bencana inikan mungkin ada aturan mainnyakan," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved