Jadi Sebab Banjir, Warga Melawi Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Pedangkalan Sungai

Untuk itu, Zulkifli sangat berharap pada pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis dalam menuntaskan persoalan banjir.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/David Nurfianto
Warga Melawi, Muhammad Zulkifli, S.Hut 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Banjir Melawi di sinyalir akibat sedimentasi pada sungai yang mengakibatkan kedangkalan pada sungai.

Selain itu, alih fungsi lahan gambut di beberapa wilayah Kabupaten Melawi juga menjadi salah satu penyebab banjir yang sering merendam daerah tersebut.

Hal tersebut dijelaskan warga melawi Muhammad Zulkifli. Ia menyebutkan bahwa faktor utama penyebab banjir, ialah sedimentasi pada sungai, alih fungsi lahan gambut dan intensitas hujan yang tinggi.

Menurutnya, sedimentasi pada sungai mengakibatkan kedangkalan pada sungai, sehingga daya tampung sungai jadi berkurang.

Aktif Berantas Narkotika, Sat Resnarkoba Polres Melawi Buka Layanan Aduan Masyarakat

"Sopons berupa lahan gambut atau lebih dikenal dengan ranah telah berkurang penyebabnya karena ada pembukaan lahan yang mengubah fungsi dan struktur spons gambut," jelas Zulkifli sarjana lulusan Fakultas Kehutanan. Sabtu 04 Desember 2021

Intensitas hujan yang tinggi, dikatakan Zulkifli membuat sifat tanah menjadi jenuh. Sehingga penyerapan air ketanah tidak berjalan baik, ini juga jadi salah satu penyebab banjir.

"Dengan intensitas hujan yang tinggi, kemungkinan besar akan longsor di daerah pesisir sungai. Ini akan mengikis garis pantai yang memungkin juga mengakibatkan kedangkalan pada sungai," ungkapnya.

Untuk itu, Zulkifli sangat berharap pada pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis dalam menuntaskan persoalan banjir.

"Persoalan harus diselesaikan langsung dari hulu seperti persoalan alih fungsi lahan yang menjadi penyebab banjir di daerah tersebut selain karena hujan dengan intensitas dan curah hujan yang tinggi," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Melawi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved