Cuaca Ekstrem, Tiga Pendopo Wisata di Pantai Pasir Panjang Rusak Dihantam Angin Kencang
Cuaca ekstrem ini telah terjadi sejak sekitar tiga hari yang lalu, dan hingga saat ini angin kencang dan gelombang tinggi masih terjad
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sedikitnya tiga pendopo di sekitar pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat rusak berat dihantam angin kencang.
Menurut penuturan salah seorang warga setempat, Rasio rusaknya pondok-pondok tersebut terjadi pada Jum'at 3 Desember 2021 dini hari kemarin.
"Robohnya kemarin malam, pas angin kuat," ujar Rasio kepada wartawan, Sabtu 4 Desember 2021.
Cuaca ekstrem ini, Rasio katakan, telah terjadi sejak sekitar tiga hari yang lalu, dan hingga saat ini angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi.
• BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrim di Singkawang, Wako Tjhai Chui Mie Imbau Warga Waspada
Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan terjadinya gelombang tinggi di peraiaan Singkawang hingga Sambas bagian utara.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menerangkan, ketinggian gelombang yang diprakirakan terjadi di perairan Singkawang tersebut diantara 2,5 hingga 4 meter, dan terjadi antara periode 3 hingga 5 Desember.
"Pada periode 3 sampai 5 Desember ini diprakirakan tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter di Perairan Singkawang," ujar Nanang, Jumat 3 Desember 2021.
Sedangkan pada periode 6 sampai 7 Desember, ketinggian gelombang di perairan Singkawang akan meningkat, dengan ketinggian gelombang mencapai 4 sampai 6 meter.
Dengan kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi ini, Nanang mengimbau masyarakat khususnya para Nelayan, pelayar Kapal Tongkang, Kapal Ferry dan kapal lainnya yang berlayar agar memperhatikan resiko keselamatan.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada," pesannya.
Potensi gelombang tinggi ini, Nanang katakan, didasari hasil pemantauan terhadap kehadiran awan penghujan yang sangat besar di sekitar Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna Utara, serta awan penghujan dari Sumatra.
Awan-awan penghujan tersebut, lanjut Nanang, akan diprakirakan bergerak menuju wilayah laut dan perairan di sebelah barat Kalimantan Barat.
"Keberadaan awan-awan tersebut diprakirakan menyebabkab terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, serta naiknya tinggi gelombang laut," ujarnya. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Singkawang]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tiga-pendopo-di-pinggir-pantai-pasir-sdf-sdf.jpg)